Banyuasin 3.115 Peseta Tes, 607 Dinyatakan Gugur

10.324 dilihat
Sekda Banyuasin Firmasyah (kiri) dan Kepala BKD Meldi Santono (kanan)

BANYUASIN,  Buana Indonesia — Sebanyak 3.115 orang sabtu (08/09) Berkumpul Dikabupaten Banyuasin guna mengikuti ujian rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2012 yang dipusatkan Dikecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan.

Para peseta ujian  banyak pula datang dari luar provinsi sumatra selatan, seperti dari provinsi lampung dan Sumatra Barat. Kesemua peserta tersebut  saling bersaing untuk merebutkan 108 kursi pegawai negri sipil yang dibutukan oleh kabupaten Banyuasin.

Advertisement

Pantauan media pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar Tempat pelaksanaan ujian dibagi menjadi 15 titik yang tersebar dalam empat kelurahan dalam Kecamatan Banyuasin III. Dari 3.115 peserta, 607 peserta dinyatakan gugur karna tidak mengikuti ujian/absent “banyaknya peserta yang tidak mengikuti tersebut dimungkinkan karna para pelamar juga mendaftar ditampat lain dan waktu ujiannya serepak” ungkap Sekretaris Daerah Banyuasin, Firmansyah usai melaksanakan sidak dilimabelas tempat ujian

Firmansya menerangkan bahwa dari 108 formasi yang dibutuhkan di Banyuasin ada 12 formasi yang sama sekali tidak ada peminatnya yaitu seperti dokter spesialis “atas dasar kekosongan itu kita akan berkordinasi dengan Kementrerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men Pan dan BR) untuk melakukan pengalihan formasi khusus ke umum seperti dokter umun” ungkapnya

Senada juga dikatakan Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD), Meldi Sartono, kemungkinan besar para peserta yang telah mendapatkan nomor ujian namun tidak hadir dalam pelaksanaan tes dikarenakan mengikuti tes di lokasi lainnya. Biasanya peserta mendaftar lebih dari satu lokasi untuk kemudian menghitung peluang tes di tiap lokasi. “mereka bebas memilih. Untuk pelaksanaan tes sendiri berjalan lancer” ucanya

Saat disinggung  sekitar adanya isu kebocoran soal test CPNS, Meldi mengatakan jika dalam pengandaan soal CPNS dilakukan oleh Balitbang UNSRI yang juga diawasi oleh pejabat terkait juga Lembaga swadaya masyarakat. Meldi memastikan jika tidak mungkin terjadi kebocoran soal tersebut.

LJK Langsung DIbawa Ke Jakarta, Meldi Sartono menambahkan jika seluruh soal dan LJK yang tidak terpakai langsung dimusnahkan sekitar pukul 14.00 WIB di kantor BKD Banyuasin. Sementara LJK yang sudah diisi oleh para peserta langsung dihantarkan ke BKN, untuk kemudian dilakukan proses scanning dan penilaian hingga menghasilkan keputusan atas penerimaan pegawai di Banyuasin. “Ini kan kepanitian pusat. Jadi seluruh LJK dinilai di pusat. Kepala Daerah, Bupati pun hanya menandatangi atas keputusan pusat,”katanya. (Bi)

Advertisement