Begini Cara Istri Gubernur Aceh Dorong Perkembangan Kerajinan Daerah

14.136 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH JAYA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DESKRANASDA) Kabupaten Aceh Jaya melakukan penilaian serta pembinaan Desa di Gampong kerajinan Panton, Kecamatan Teunom. Ketua Deskranasda Provinsi Aceh, Darwati A Gani, yang juga istri gubernur Aceh, Senin, 13 November 2017 mendapat sambutan hangat dari warga disana.

Kedatangan istri orang nomor satu Aceh tersebut, disambut permadani beralas biru, disertai iringan tarian pemulia jamee, Ranup Lampuan oleh penari cilik, sanggar Putroe Bungsu, Teunom.

Advertisement

Darwati, menuturkan, untuk kedepanya bisa membina pengrajin sulam benang emas menjadi usaha yang dapat berkembang.

Kata dia, jika selama ini hanya untuk pelaminan dan aksesoris saja, kedepannya akan ada jenis kerajinan lainnya dihasilkan dari sulaman benang emas ini. Sehingga kedepannya pengrajin dapat melihat selera pasar untuk mepromosi kerajinan tersebut, dan bisa didukung Deskranas, tukas dia.

” yang kecil-kecil saja, seperti tutup gelas, tempat air dan gantungan kunci. Tidak memerlukan biaya dan modal besar, juga gampang lakunya”, saran dia.

Terkait strateginya, ungkap Darwati, dalam memajukan program ini, akan dilakukan pembinaan pelatihan serta bagaimana produk tersebut semakin hari semakin baik semakin rapi.

” Kita juga mengajak mereka untuk mengikuti pameran sambil mempromosikan produk mereka.Usaha kerajinan di desa ini semakin berkembang. Bila sekarang hanya ada 2 kelompok saja, kedepannya kita mengharapkan ada masyarakat lain lagi ikut terlibat. Apakah jumlah kelompoknya bertambah atau tercipta kelompok baru. Sehingga perempuan di desa ini ada penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan keluarga, anak di rumah, ” tutup dia.

Sementara, Ketua Deskranasda Aceh Jaya, Ernani Wijaya, menyatakan, kunjungan ini diharapkan, bukan hanya untuk kali ini saja, tetapi bisa dalam kunjungan lainnya, apalagi dalam pengembangan kerajinan di Aceh Jaya.

Ernani mengatakan, dengan adanya penilaian ini, untuk program kedepannya, sudah diketahui apa saja fokus-fokus yang akan disiapkan.

“Kita akan membantu pengrajin untuk lima tahun kedepan, agar dari Deskranasda Aceh, dapat bekerjasama dengan kabupaten. Pengrajin sendiri bersama Disperidagkop & UMKM, sesuai dengan rasio jumlah penduduk akan ada tambahan kelompok. Pengrajin dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas. Sehingga hasilnya dapat diakui dan saat dibutuhkan kita mampu memenuhi kebutuhan produk tersebut, ” ujar Ernani.

Advertisement