Belum Satu Tahun Dilakukan Pengerasan, Jalan Jalur 27 & Jalur 12 Desa Pulau Rimau Jadi Bubur

9.598 dilihat
kendaraan terbenam di jalur 27 kecamatan Pulau Rimau
kendaraan terbenam di jalur 27 kecamatan Pulau Rimau

BANYUASIN, buanaindonesia.com- Pengerasan jalan poros (umum) sepajang kurang lebih 22.000 M Dikecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin kini kondisinya sangat memprihatinkan, ada beberapa titik saat musim hujan ini sudah seperti bubur sehingga mengakibatkan banyak kendaraan yang terbenam.

Pantauan dilapangan didesa jalur 27 ada beberapa kendaraan terpaksa harus ditarik karna tidak dapat bergerak akibat terbenam dalam lumpur, Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan bahwa usia pengerasan jalan itu belum mencapai satu tahun

Advertisement

Menurut keteranagan salah satu sopir truk yang terjebak dalam kubangan yang enggan disebutkan namanya pada buanaindonesia.com mengatakan bahwa pengerjaan pengerasan jalan tersebut baru saja dilakukan sekitar awal tahun 2013 ini “ pengerjaannya pada awal tahun ini, kalau tidak salah sekitar 22000 M, namun ironisnya jalan ini sudah kaya bubur,mungkin karna hujan yang trus-trusan hinga membuat kondisi tanah timbunan menjadi bubur seperti ini” kilah Sopir tersebut sabtu (17/11/13)

“Bukan disini saja, di jalur 12 pun hampir sama seperti ini, rata-rata suda pada rusak, berlobang dan berlumpur, entah kurang batu atau memang tanahnya yang tidak padad hinga habis hujan pasti ada 2 atau 3 mobil terpater seperti saya ini’’tambahnya

Kepala  DINAS PUBM banyuasi melalui Jhon Hendri sala satu setapnya menjelaskan bahwa kerusakan jalan tersebut dipengaruhi curah hujan yang meningkat “semua itu bukan kesalahan pemborong namun karna pengaruh cuaca, saat ini cura hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan jalan berlumpur,dan membuat genangan-genangan air pada lobang jalan” kelitnya

Selain itu kata jhon mobil yang melintasi dengan muatan berlebihan jugah bisa menjadi paktor penyebab utama terciptanya lobang–lobang itu, sehingah kondisi  tana yang rapuh di tekan oleh mobil yang bermuatan melampaui kapasitas, otomatis akan membuat tanah  berlobang.

Namun demikian sambung dia bahwa proyek tersebut dalam tahapan pemeliharaan dan masih tanggung jawab dari pemborongnya “oleh karna itu kita akan pangil pemborongnya agar segerah memperbaiki jalan tersebut’’pungkasnya.

 

Advertisement