
BANYUASIN, buanaindonesia.com– Belum Satu Tahun Selesai Dikerjakan Pengerasan Jalan Desa Tanjung Menang Kecamatan Banyuasin III yang menggunakan anggaran APBD Banyuasin 2012-2013 sebesar Rp 3,9 M yang dikerjakan oleh CV KS kondisinya sudah memprihatikan
Pantauan dilapangan selasa (22/10)Ditengah-tengah badan jalan sudah banyak terlihat tanah merah, Batu-batu yang semula menutupi badan jalan sudah berhamburan dipinggiran badan jalan, Selain itu kondisinya Sudah banyak lobang-lobang seperti jalan yang tidak pernah diratakan
Efriadi Salah Satu Anggota Lembaga Suadaya Masyarakat Komsrap mengatakan bahwa kondisin jalan tersebut saat ini memang sudah sangat memprihatinkan batu-batu sudah berhamburan dipinggiran jalan, sehingga tengah-tengah badan jalan sudah banyak yang tidak tertutup batu dan sudah bayak yang berlobang.
Masih dikatakannya Akibat adanya proyek tersebut diduga negara merugi hingga milyaran rupiah” hasil dari pinghitungan dari konsultan bahwa proyek itu diduga merugikan negara hingga 1,6 Milyar” ungkapnya kemarin dikantornya selasa (22/10)
Diterangkanya bahwa Anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut dinilai terlalu besar, “semestinya dana sebesar 3,9 Milyar itu cukup untuk alokasi Jalan Hotmik bukan cuman pengerasan jalan dengan batu split sepanjan 7500 M dengan ketebalan yang perlu dipertanyakan karna diduga tidak mencapai 10 Cm” bebernya
Diterangkannya bahwa sebelumya dirinya pernah menayakan mengenai ketebalan dari pengerasan tersebut kepada pihak dinas PU BM Kabupaten Banyuasin”sekitar tiga bulan yang lalu kami sempat mempertanyakan mengenai Ketebalan dari pengerasan jalan tersebut kepada Pimpro yang bernama Alamsah namun dijawab bahwa pengerjaannya pada waktu itu belum selesai namun dilapangan tidak lagi ditemukan alat bera maupun kem pegawai” jelasnya
Merasa penasaran dengan janggalnya penjelasan dari pihak dinas yang dikatakan oleh Salah satu Pimpro yang bernama Alamsyah, akhirnya dirinya menelusuri ke DPKAD Kabupaten Banyuasin dan Bank Sumsel Babel cabang Pangkalan Balai” Dari dua instansi itu kami memperoleh data bahwa dana tersebut sudah dicairkan pihak ketiga 100 persen” bebernya
Ditambahkannya bahwa cairnya dana tersebut Diduga ada keterkaitan antara PPK PU BM Dengan Pimpro dalam melancarkan tagihan tersebut “bisa cair tersebut diduga ada kerjasama antara PU BM dengan Rekanan” tandasnya
Sementara itu Lukmansyah sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan yang disampaikannya, dihubungi kantornya tidak ada ditempat begitu juga lewat ponselnya tak diangkat







