
OGAN ILIR BuanaIndonesia.com- Setelah melakukan test urine kepada pejabat eselon III dan IV di tingkat kecamatan beberapa waktu yang lalu, rencananya BNNK OI ( Badan Narkotika Nasional Kabupaten Ogan Ilir) akan melakukan test urine kepada Siswa dan Siswi SMP dan SMA/SMK.
hal tersebut diungkapkan kepala BNNK OI,Dirowardhi Minggu (29/12/13) di bumi perkemahan Ogan Ilir ,”adapun waktu dan tanggal test urine ini tidak akan kita publikasikan, kita akan test urine dadakan agar siswa dan siswi yang terindikasi menggunakan barang haram tersebut tidak bisa mengelak lagi,”
“secara tekhnis kita kan melakukan test urine Siswa dan siswi dengan melihat pada sketsa wajah, dan kalau siswa dan siswi mengkonsumsi narkoba akan jelas terlihat pada bagian wajah nya, identifikasi mata dan wajah,” sambungnya.
Diterangkannya ciri dari orang yang biasa menggunakan barang haram tersebut ,”biasanya mata pengkonsumsi barang haram ini mulai kotor dan wajah nya kelihatan lusuh, kan asing kalau seusia pelajar sudah kelihatan demikian, besar kemungkinan memang benar pegguna narkoba, sedangkan hasil test urine bukanlah barang bukti namun sebagai bukti penguat yang dapat kita kembangkan dan perdalami, apakah pelajar pengonsumsi narkoba tersebut hanya sebatas Drug User ( Pengguna ) atau sebagai Drug Dealer ( pengedar ). jika level nya sudah pengedar maka sudah barang tentu pelajar tersebut berbahaya bagi pelajar lainya,”terangnya dengan rinci.
Dijelaskannya, pihaknya nanti akan bekerja dengan sendiri ,”nantinya, dengan menggandeng organisasi kepemudaan, tokoh ulama dan tokoh masyarakat diharapkan akan dapat melakukan pencegahan dini terhadap siswa/ siswi yaang ketergantungan Narkoba, jika perlu dikembangkan konsep masyarakat menangkap Masyarakat,”
Dilanjutkannya terkait konsep tersebut ,”seperti ni negara tetangga malaysia dan singapura, di dua negara tersebut masyarakatnya sangat sensitif jika melihat ada perkumpulan yang mencurigakan dan ada transakasi narkoba di sekitar mereka, selain melaporkan hal-hal tersebut kepada pihak berwajib, masyarakatnya juga melakukan aksi tangkap tangan dan mengintrogasi yang di curigai, dengan demikian peredaran narkoba tidak akan menyebar luas di kalangan masyarakat apalagi palajar,”jelasnya.
“organisasi kepemudaan dan organisasi pendidikan diharapkan dapat bekerjasama memberantas atau mencegah peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan masyarakat dan pelajar, jika perlu study banding kepada negara-negara yang peredaran narkobanya minim biar ada pencerahan bahwa narkoba itu tidak hanya merusak diri kita sendiri melainkan dapat juga merusak orang lain ,”tandasnya.(mie)







