Bupati Muba Diminta Meresafell dua Pejabat Dibagian Humas

8.678 dilihat

BANYUASIN, Buana Indonesia- Dinilai telah bertindak Diskriminasi terhadap awak media yang bertugas di Kabupaten Musi Banyuasin selama ini, Puluhan wartawan akhirnya meminta kepada Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari untuk Meresafell dua Pejabat Dibagian Humas yaitu Dicky Meriando, SSTP Yang menjabat sebagai Kepala bagian humas ( Kabag) dan Apriadi, S,Sos

Ungkapkan ini dikatakan Rosihan ( 38) salah satu wartawan Duta media di dampingi puluhan wartawan baik cetak maupun elektronik saat berorasi didepan kantor Bupati Musi Banyuasin yang didampingi Ajudan Bupati

Advertisement

diterangkannya bahwa semenjak Humas dijabat oleh dua orang tersebut, wartawan yang bertugas di kabupaten muba menjadi terkotak-kotak karna akibat pelakuan Diskriminasi

“dulunya wartawan yang bertugas di muba tuh kompak Pak, tapi sekarang semenjak dikcy menjabat di humas wartawan jadi kacau, wartawan jarang yang ikut kegiatan Bupati, kalau dulu kemana saja ada kegiatan Bupati walaupun tidak diundang saja tahan pergi untuk meliput kegiatan Pemda karena ada timbal balik dan hubungan baik antara media dengan humas”, ” ungkap Rosian sore kemarin (17/07)

Menurut Rosihan bahwa dua orang tersebut telah menbuat kesenjangan antara media yang satu dengan yang lainya, dirinya dan teman-temanya merupakan contoh korbad dari perlakuan diskriminasi yang dilakukan dua pejabat tersebut, “dalam penyebaran informasi kegiatan pemkab berupa Advetorial dan laporan khusus ( Lapsus) untuk media adanya kesenjangan antara media, mana yang dekat dengan humas dikasih advetorial atau lapsus”. Bebernya.
 
Sementara itu Bupati Muba H pahri azhari usai menerima surat dari tuntutan dari para wartawan mengatakan bahwa pihaknya akan pelajari lebih dulu terhadap tuntutan tersebut “kita akan pelajari dulu dan nanti saya kabarkan apa yang menjadi permintaan para wartawan yang bertugas di Muba.

Safar, selaku wakil ketua satu. Lembaga Liper RI PD Muba , saat dimintai komentarnya mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung apa yang disampaikan Rosihan dan puluhan awak media itu dan Dirinya mengharapkan agar Bupati cepat respon apa yang menjadi keluhan para awak media yang bertugas di muba

“karena Humas merupakan corongnya Bupati dan juga sebagai suatu filter guna menyaring apa yang berhubungan dengan kegiatan pemkab muba, jangan sampai didalam menyampaikan kepada awak media dibuat berkotak-kotak sehingga menimbukan kontradiksi antar wartawan yang bertugas di muba. Yang selama ini cukup terlihat harmonis” ujarnya

Dengan adanya perkalakuan diskriminasi tersebut sambung sapar otomatis perlakuan pejabat muba tersebut telah merusak program Permata Muba 2017 “ kemajuan daerah tidak terlepas dari peran media, untuk mempublikasikan keberasilan suatu daerah itu, namun. kalau humasnya sudah membuat kontradiksi para wartawan yang bertugas di muba, akhirnya ini berdampaknya. kesenjangan bagi wartawan dan ini juga dapat berpengaruh terhadap program permata muba 2017 nantinya, saya harap ini menjadi catatan bagi bupati tentang pejabatnya yang mana yang tidak propisional dalam bekarja, kalau memang tidak becus diresafell saja” tukasnya safar dengan tegas.

Advertisement