Curi Sawit Perusahaan, Enam Karyawan Diamankan

10.501 dilihat
Enam tersangka pencuri sawit yang diamankan

OGAN KOMRING ILIR, bunaindonesia.com– Enam orang pegawai PT Tania Selatan terpaksa harus berurusan dengan aparat penegak hukum, lantaran aksi mereka mencuri sawit milik perusahaan tempat mereka bekerja ketahuan aparat Babinsa Koramil 402-10/Kayuagung, Serda Sukiman bersama 3 orang Security PT Tania Selatan yang langsung menangkapnya.

Keenamnya pelaku yang ditangkap di Blok 10 Petak A Areal kebun Bambu Kuning itu adalah, Dede, Rianto dan Susilo yang bekerja sebagai pemuat, Irwan Tanjung yang bekerja sebagai operator lapangan, Ansori yang bekerja sebagai staf lapangan dan salah seorang pelaku berhasil kabur yakni Hajat.

Advertisement

Dari tangan pelaku Rianto, diamankan sepucuk senjata api rakitan jenis revolfer berikut 3 butir amunisi aktif. Para tersangka dan barang bukti berupa 1 truk yang berisi 153 tandan buah sawit selanjutnya diserahkan ke Polres OKI untuk penyidikan.

Dandim 0402 OKI, Letkol Inf M Arif Suryandaru didampingi Pasi Intel, Lettu M Hatta mengatakan, awal penangkapan kawanan pencuri sawit ini ketika security PT Tania Selatan memergoki 6 pelaku sedang memanen kelapa sawit. “Karena jumlah sekurity terbatas, jadi mereka meminta bantuan babinsa kita Serda Sukiman,” katanya.

Menurutnya, para pelaku berhasil diamankan di mess masing-masing tanpa adanya perlawanan. “Salah satu pelaku yang memiliki senpi sempat bergumul dengan anggota kita, namun berkat kesigapan Serda Sukiman, pelaku berhasil dibekuk dan sekarang sudah diserahkan ke Polres OKI untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Kasat Reskrim Polres OKI, AKP H Surachman menegaskan,  tengah memeriksa para pelaku, terutama tersangka Ansori yang merencanakan aksi pencurian tersebut dan tersangka Rianto yang memiliki senjata api rakitan dengan 3 butir amunisi aktif.

“Akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku, terutama mengenai asal usul senpi yang dimiliki tersangka Rianto,” tegasnya, Rabu (29/1).

Tersangka Rianto mengaku senpi tersebut didapatnya dari tumpukan rongsokan besi tua yang ada di depan rumahnya. “Jadi saya bersihkan dan saya cat lagi. Kalau pelurunya saya dapat dari tetangga saya yang merupakan mantan rampok yang tewas akibat dihajar massa. Pistol ini hanya untuk jaga-jaga pak, soalnya banyak binatang buas di areal perkebunan,” kilahnya.
Sementara tersangka Ansori yang merupakan otak pelaku pencurian mengaku inisiatif untuk mencuri karena rekan-rekannya mengeluh upah yang diterima terlalu kecil.

“Jadi kami merencanakan pencurian itu, tapi waktu mau kabur diketahui satpam perusahaan. Total buah sawit yang kami panen 153 tandan, kalau dijual seharga Rp 6,7 juta,” akunya dihadapan penyidik. (tim)

Advertisement