Dansatgas Karhutla Sumsel Akan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran

1.275 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMSEL- Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Dansatgas Karhutla) Sumatera Selatan  (Sumsel) yang juga menjabat sebagai Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, hal ini diungkapkan Dansatgas Karhutla Minggu 11 Agustus 2019 saat meninjau kebakaran lahan di wilayah Desa Palu Kecamatan Pemulutan Kabupaten. Ogan Ilir (OI).

Dikatakan Dansatgas, “Hari ini kita lakukan pemadaman kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Ogan ilir tepatnya di Desa Palu Kecamatan Pemulutan, ada dua tempat yakni di Desa Palu dan KM 16 jalan utama Palembang-Inderalaya”, ujarnya

“Kita sudah melakukan pencegahan dengan sosialisasi dan patroli serta komunikasi dengan masyarakat di Desa-Desa yang rawan terhadap Karhutla, ini untuk menekan terjadinya kebakaran”, kata Kolonel Arh Sonny Septiono didampingi Dandim 0402/OKI Letkol Inf Riyandi.

Pencegahan adalah hal utama yang dilakukan oleh Satgas Karhutla, setelah itu kita melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang sengaja melakukan pembakaran, bila perlu kita lakukan tembak di tempat.

“Tembak ditempat terpaksa dilakukan, itupun dilakukan sesuai dengan Standar Operasi Prosedur (SOP) yang berlaku, kita berusaha pencegahan karena dengan terjadinya Karhutla banyak merugikan masyarakat”, ungkap Kolonel Sonny

“Selain tidak mengenal waktu libur anggota Satgas juga disiagakan untuk terus melakukan patroli hingga malam hari, ini karena api dimulai pada malam hari dan siangnya sudah membesar, untuk itu kita akan tingkatkan patroli malam hari”, kata Dansatgas

Lanjut Dansatgas Karhutla, kendala yang dihadapi saat ini jauhnya sumber air untuk memadamkan api, untuk itu kita butuh tanki air yang bisa dibawa kemana mana, ini untuk memudahkan anggota Satgas Karhutla dalam melakukan pemadaman.

“Saya berpesan kepada seluruh personel yang terlibat dalam Satgas Karhutla untuk tetap menjaga kesehatan dan utama istirahat yang cukup karena waktu operasi masih panjang dan lama”, pungkas  (Rel)