
MUARAENIM, Buana Indonesia- Meskipun masa pekerjaan pembangunan proyek jembatan gantung Desa Belimbing, Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara ENim Sumatera Selatan , yang dikerjakan oleh CV. RS, yang menelan dana APBD Muara Enim sekitar Rp 1,7 Miliar, belum selesai, namun kondisinya cukup mengkhawatirkan. Sebab di beberapa sisi sudah terlihat retak dan terkelupas akibat adanya penurunan badan jembatan.
Dari informasi dan pengamatan yang berhasil dihimpun dilapangan,kondisi jembatan gantung yang terletak di Desa Belimbing, Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim, meskipun masa pengerjaannya habis pada pertengahan Desember 2011, namun kondisi dan kekuatan bangunannya memang patut di pertanyakan. Sebab beberapa bagian di badan jembatan gantung terutama di bagian coran terlihat sudah retak-retak dan semennya mengangkat. Diduga pada saat melakukan penimbunan kontraktornya tidak melakukan pemadatan yang maksimal sehingga ketika diterpa hujan timbunan tersebut melesak sehingga beberapa bagian cor semen retak.
Selain itu, pondasi antara tiang penyangga untuk sling di dua sisi sungai tidak simestris sehingga di khawatirkan akan mengurangi kekuatan jembatan gantung tersebut. Selain itu juga, di dekat bangunan tidak terlihat papan proyek milik perusahaan yang seharusnya wajib dibuat dan di pasang dengan proyek tersebut.
Ali Usman Kades Belimbing, saat dimintai keteranganya belum lama ini membenarkan jika kondisi bangunan jembatan gantung tersebut kualitasnya patut dipertanyakan. Sebab pada saat pembangunan, tanah yang digunakan untuk mengisi tembok jalan tersebut diisi dengan pasir dan tidak di padati sehingga menyebabkan corannya retak dan amblas di beberapa bagian. “Kami minta pemborongnya untuk mengerjakan secara professional, sebab kami tidak mau proyek tersebut dikerjakan asal-asalan sebab bisa mengancam warganya,” tukasnya.
Sementara itu Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Muara Enim, saat dikonfirmasi melalui PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Sapran, mengatakan penyebab keretakan tersebut karena tanah timbunan pada badang jembatan tersebut turun. Akibatnya coran semen dan plesterannya setebal 20 cm retak. Untuk itu, ia telah meminta kontraktornya untuk melakukan perbaikan kembali.
Untuk pondasi jembatan tiang penyangga itu kata Sapran sudah sesuai RAB yakni 3 x 4 meter. Sedangkan untuk masalah kemiringan jembatan gantung yang tidak simetris, itu atas permintaan masyarakat, sebab jika jembatan di luruskan maka di seberang sungai akan terkena anak sungai. Memang pada dasarnya untuk jembatan harus tegak lurus.
“Jadi besok akan di perbaiki. Dan proyek tersebut memang belum dibayar termasuk uang muka juga belum. Jadi tidak usah khawatir,” tukas Sapran enteng.(Agus Black)







