Dinkes Ogan Ilir Lakukan Program Pelatihan Bides

7.939 dilihat
Kabid Promyankes Dinkes OI Priyadi, SKM
Kabid Promyankes Dinkes OI Priyadi, SKM

OGAN ILIR, buanaindonesia.com- sejak Tahun 2010 yang lalu dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir (OI) secara bertahap telah melakukan program Pelatihan bidan desa (bides) “Melalui program ini diharapkan agar para bidan desa yang ada di Kabupaten OI lebih terlatih lagi dalam hal membantu persalinan pada ibu ibu hamil atau ibu ibu yang mau melahirkan” unkap Kepala dinas Kesehatan Kabupaten OI H.Kosasi,SKM, MM melalui Kabid Promyankes Dinkes OI Priyadi, SKM kepada buanaindonesia.com jumat(29/11)

Dikatanya bahwa  Yang paling penting dalam proggram tersebut adalah mengutamakan keselamatan ibu dan bayinya “Program ini bekerjasama dengan lembaga independen kesehatan dengan menggunakan anggaran APBD OI” imbuhnya

Advertisement

diterangkannya bahwa Dari sekitar 400 orang bides yang ada di OI, setidaknya sudah 150 bides OI yang sudah mendapat pelatihan dari program tersebut ,”pada tahun 2013 ini diikuti 40 bides, namun untuk tahun 2014 nanti rencananya akan diikuti 20 orang bides, semuanya tergantung anggarannya”ucapnya

Dikatakan kabid Promyankes dinkes OI ini, program pelatihan bides tersebut akan terus dilakukan pada tahu- tahun kedepan, paling tidak seluruh bidan yang ada di OI mendapat kesempatan mengikuti program itu “Memang pada dasarnya bides kita sudah mengerti dan mengetahui bagaimana tekhnis melakukan pertolongan terhadap ibu-ibu yang mau melahirkan, akan tetapi dengan mengikuti program ini bides kita akan lebih mahir dan lebih terlatih lagi dalam hal membantu persalinan” tandasnya

Lebih Lanjut Priyadi mengatakan, program tesebut sering juga disebut Asuhan Persalinan Normal (APN),  pada pelatihan yang biasa dilaksanakan selama 10 hari, program yang mengutamakan keselatan ibu dan bayi atau untuk mengurangi kematian ibu juga bayinya berikut  makanan pendamping asi.

Diakuinya,  memang sejak dilakukan pelatihan angka kematian ibu melahirkan dari tahun ketahun bisa ditekan alias menurun. Namun saat disinggung jumlah terakhir  ibu yang meninggal karena melahirkan di OI Kabid satu ini tidak mau berkomentar mengenai angka, yang pasti menurutnya , penilaian kesehatan di OI dari dinas kesehatan Propinsi Sumsel  menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Kalau soal angkanya saya kurang begitu jelas,  tidak sama saya, yang pasti ditingkat propinsi kesehatan OI mendapat penilaian yang baik”, ujar Priyadi saat disinggung besaran jumlah ibu yang meninggal karena melahirkan.(Mie)

Advertisement