BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Aksi Begal kian merajalela, kali ini korbanya sepasang suami istri, warga perum Azhar Tanah Mas blok E 5 nomer 2 Kelurahan Tanahmas Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.
Peridinata (57), Korban meninggal ini, merupakan pensiunan pegawai di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sementara Yuliana (55) istri korban pemilik warung makan di kantin kantor tersebut. (Baca: Begal Beraksi di Talang Kelapa, Dua Nyawa Hilang)
“Sampai Sekarang masih. beliau kepasar itu, untuk membeli sayuran guna dimasak dirumah, lalu dibawak ke kantin. di Kator BPBD Sumsel.” ucap Wandi, adik kandung Peridinata (alm)
Diceritakan Wandi, sebelum kejadian, sekitar pukul 03.00 dirinya sempat melewati tempak kejadian perkara, dengan menggunakan motor bebeknya. Dilokasi kejadian terdapat kayu gelam melintang ditengah jalan. Namun tidak diperdulikan, Ia terobos dan tancap gas.
“Setibanya dikantin saya ditelpon bahwa ada kejadian terhadap kakak saya, dak nyangka jadinya begini, yang menghalangi jalan pake kayu gelam itu ternyata begal. memang waktu saya lewat tidak terlihat siapa-siapa. Berarti saat saya lewat, para pelaku sedang bersembunyi disemak-semak,” ujar Wandi
menurut wandi, dilokasi kejadian memang gelap, karna lampu jalan sudah pada mati, selain itu jalannya juga banyak berlobang sehinngga tidak bisa tancap gas.
Sementara Mulhadi Ketua RW 4 Perumahan Azhar Tanahmas, mengatakan korban sempat meminta dibawa kerumah sakit Bayangkara simpang polda Palembang. Namun berhubung kondisi korban seperti tidak bernyawa lagi akhirnya dibawa ke Rumah sakit Mirya Km 7 Palembang.
“waktu ketemu saya, korban berteriak minta tolong, telah dirampok. melihat luka-lukanya sangat serius, saya bersama ketua RT melarikan kerumah sakit” ungkapnya
Ditengah perjalanan, lanjut Mulyadi, korban sempat minta diantar kerumah sakit.
“Sedang diatas mobil saya sempat tanya rumah sakit mana? jawab korban, Bayangkara, setelah itu, saya tidak banyak nanya lagi, yang terpenting menyelamatkan korban dulu. sepanjang perjalanan, saya tuntun baca istigfar. Namun sampai simpang lampu merah Tanjung Api-api korban tidak terdengar lagi. sehingga kita langsung bawa ke Rumah sakit Mirya km 7 Palembang” tandasnya (Dk)







