Dua Proyek Pokir Senilai Rp595 Juta di Puskesmas Sukajadi Banyuasin, dr. Revi: “Itu dari Aspirasi Dewan”

5.627 dilihat
Dua Proyek Pokir Senilai Rp595 Juta di Puskesmas Sukajadi Banyuasin, dr. Refi: “Itu dari Aspirasi Dewan
Poto dua plang proyek di Puskesmas Talahg Kelapa

BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN-Kompleks Puskesmas Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, menjadi perhatian publik setelah terlihat adanya dua proyek fisik berbeda yang dikerjakan secara bersamaan di lokasi yang sama.

Kedua proyek tersebut sama-sama bersumber dari APBD Banyuasin Tahun 2024 melalui mekanisme pokok pikiran (pokir) DPRD dengan total nilai mencapai Rp595 juta lebih.

Advertisement

Proyek pertama bertitel “Pembangunan Pagar Puskesmas Sukajadi” dengan nilai Rp347.310.428, dilaksanakan oleh CV Azfa Karya Emas.

Sedangkan proyek kedua adalah “Penataan Halaman Rumah Dinas Puskesmas Sukajadi”, bernilai Rp248.635.104, dikerjakan oleh CV Ratu Depati Pengindoman.

Kedua paket kegiatan ini berada dalam pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, dan sama-sama memiliki waktu pelaksanaan 45 hari kalender.

Pantauan BuanaIndonesia di lapangan menunjukkan sejumlah pekerja tengah melakukan aktivitas pengecoran pagar, pemasangan material baru, serta penataan konblok halaman. Material seperti pasir, semen, dan batu koral terlihat menumpuk di beberapa titik lokasi.

Dua papan proyek terpasang pada area puskesmas, memperkuat informasi bahwa kedua kegiatan memang berbeda namun berada dalam satu kawasan kerja yang sama.

Kepala UPTD Puskesmas Sukajadi dr. Hj Reviani Membenarkan: “Itu dari Pokir Dewan”

Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Talang Kelapa, dr. Refi, membenarkan bahwa kedua proyek tersebut memang bersumber dari pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Banyuasin.

“Bersinergi dari dana pokir anggota dewan. Kalau dak salah dari dana aspirasi Pak Ketua Dewan,” ujar Refi.

Ia juga menambahkan bahwa pengerjaan konblok sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun kini dilanjutkan kembali melalui paket proyek yang baru.

“Konblok dulu pernah dibangun, sekarang dilanjutkan lagi. Untuk pagar juga dari Pakwo,” jelasnya.

Keterangan ini menguatkan bahwa dua proyek tersebut memang bagian dari paket aspirasi legislatif yang dialokasikan pada tahun anggaran berjalan.

Sementara itu, terpisah salah satu pejabat Dinas Kesehatan Banyuasin yang dihubungi BuanaIndonesia melalui pesan WhatsApp tidak memberikan tanggapan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak dinas mengenai:

alasan dua proyek diarahkan ke lokasi yang sama,

apakah ada potensi tumpang tindih anggaran,

serta siapa anggota dewan pengusul pokir yang bersangkutan.

Advertisement