F-Swarga  Laksnakan Deklarasi  & Tabligh Akbar

8.787 dilihat

GARUT, buanaindonesia.com– Bertempat di Aula Desa Wanakerta Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Kamis (30/1), Forum Solidaritas Wartawan Garut Utara atau F-Swarga  melaksanakan deklarasi forum serta tabligh akbar dengan menghadirkan penceramah KH Athoillah Mursid M.si dari Bekasi.

Hadir dalam acara tersebut, beberapa tamu undangan diantaranya,Asisten (Asda II) Kabupaten Garut, Edi Muharam mewakili Bupati terpilih H Rudi Gunawan yang berhalangan hadir,H Holil Aksan Umar Zein Dewan pembina F- Swarga, anggota DPRD Garut Hilman Yudiswara dari Partai Gerindra,Camat Cibatu Teten Sundara beserta jajaran Muspika Cibatu,  serta tamu undangan.

Advertisement

Dalam sambutannya  Edi Muharam mengucapkan selamat atas di bentuknya forum solidaritas wartawan garut utara ini.”Semoga forum ini dapat dijadikan ajang silaturahmi bagi para awak media yang ada di Garut,”ujarnya.

Budi HW Ketua F- Swarga menjelaskan kepada media bahwa hadirnya F- Swarga merupakan ajang bagi para wartawan untuk saling bertukar pikiran, pendapat, konsultasi dalam bidang jurnalis serta untuk ajang silaturahmi bagi para rekan media yang ada di wilayah Utara Garut.

Lanjut Budi,F- Swarga diharapkan dapat menjadi wadah bagi para wartawan untuk lebih baik lagi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam undang undang pers No.40 tahun 1999 serta kode etik jurnalistik.”Selama ini tidak dapat dipungkiri bahwa profesi kami yang mulia ini dipandang sebelah mata karena ulah segelintir oknum,”ujar budi.

Untuk mengembalikan citra baik tersebut,budi menekankan kepada semua anggotanya agar dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan fakta yang ada di lapangan tanpa mendiskriminasikan pihak lain.”Katakan yang salah itu salah dan yang benar itu benar melalui tulisan tanpa membuat opini,”katanya.

Penceramah KH Athoillah Mursid dalam tausiahnya  memaparkan bahwa tugas wartawan harus berpegang pada sifat sifat Nabi Muhamad SAW yakni Siddiq,Amanah,Tabligh dan Fathonah.

Shiddiq dalam artian jujur dalam membuat atau memuat berita yang akan ditayangkan tanpa melakukan opini,karena dengan pemberitaan yang jujur (Shiddiq) akan dipercaya (Amanah) setiap apa yang kita beritakan untuk pembacanya.

Selain sifat Shiddiq dan Amanah lanjut calon anggota DPD RI ini,wartawan juga harus memiliki sifat Tabligh(sampaikan),dimana dalam menyiarkan beritanya harus benar benar bermanfaat dan menjadikan solusi yang baik.”Sampaikan apa yang terjadi dengan benar dan bermanfaat bagi masyarakat,”ujarnya.

Satu lagi sifat yang harus di teladani dari Nabi Muhamad SAW bagi wartawan yaitu Fathonah(bijaksana) lanjutnya,untuk menjalankan sifat itu wartawan harus bisa memilah mana yang harus di publikasikan mana yang tidak serta melakukan konfirmasi yang seimbang supaya tidak merugikan pihak lain,”katanya.(deden)

Advertisement