FRI : Capres Harus Miliki Integritas dan Tak Cacat Moral

8.032 dilihat

forum rektorPALEMBANG, buanaindonesia.com– Forum Rektor Indonesia (FRI) mengadakan konvensi calon presiden menjelang Pemilihan Umum 2014 sebagai bentuk pendidikan politik yang dilakukan kalangan perguruan tinggi.

“Konvensi calon presiden (capres) versi FRI itu sudah diadakan sejak Desember 2013 hingga April 2014,” kata Ketua FRI Laode Masihu Kamaluddin di Universitas Sriwijaya Palembang, Selasa (7/1).

Advertisement

Disela pertemuan regional provinsi FRI se-sumatera bagian Selatan bertema “Indonesia di Persimpangan Jalan: Kepemimpinan Indonesia Baru Menyongsong Era Asia”, ia mengatakan, pendidikan politik melalui konvensi capres versi FRI itu merupakan bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi.

“Konvensi itu merupakan uji kapasitas program perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu poin dari tri darma perguruan tinggi,”jelasnya.

Ia mengatakan FRI telah menentukan beberapa kriteria peserta konvensi capres di antaranya memiliki integritas kuat, tidak cacat pribadi seperti pelaku korupsi dan kriminal, dan memahami era Asia.

“Konvensi capres diawali dengan tahap penjaringan calon diikuti ‘polling’ internal kemudian sosialisasi hasil konvensi agar dapat diketahui masyarakat secara luas,” kata Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang itu.

Berkaitan dengan hal itu, FRI mengadakan pertemuan regional yang menghadirkan pimpinan partai politik di Indonesia untuk memaparkan visi dan misi serta “platform” partainya dalam memajukan dan menyelesaikan persoalan Bangsa Indonesia, khususnya pada 2014.

“Kegiatan itu diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masa depan Indonesia karena siapapun yang menjadi pemimpin negeri ini ke depan memiliki konsep yang jelas terhadap bangsa Indonesia ini,” kata Kamaluddin.

Rektor Universitas Bina Darma Palembang (UBD) Palembang, Prof Ir H Bochari Rachman MSc mengatakan pertemuan regional provinsi FRI itu merupakan bentuk pendidikan politik terkait dengan Tri Darma perguruan tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Hal itu cukup strategis karena tahun ini merupakan tahun politik. Kami berharap pertemuan itu dapat membawa manfaat dan memberikan wawasan luas bangsa ini ke depan,” Jelasnya.

Dahlan Iskan (DI), saat konferesnsi pers, mengatakan pada waktu itu Dahlan Yes, demokrat no, tapi Susilo Bambang Yudhoyono (Sby) menyampaikan kepada saya (Dahlan Iskan) di sentul saat  konvensi partai Demokrat. Bahwa semua peserta konvensi baik dari Partai maupun non partai  diberlakukan sama. “Semua peserta Konvesi dari Partai maupun non partai diberlakukan sama oleh pimpian partai demokrat,”  jelasnya.

Ia mengatakan yang dulunya DI “Yes”  Demokrat “No” seiring perjalanan Demokrat “Yes” DI pikir-pikir. Namun sekarang dua Kolam tersebut antara DI dan PD sudah menyatu sehingga banyak terbentuk Relawan-relawan DI di seluruh Indonesia. “Kalau sekarang sudah menyatu semua,” jelas DI. (War)

Advertisement