Harga Anjlok, Petani Sayur di OI Merugi

11.581 dilihat
Petani saat panen kacang
Petani saat panen kacang

OGAN ILIR, BuanaIndonesia.com- Anjloknya harga sayur dipasaran membuat petani sayur di Kabupaten Ogan Ilir (OI) merugi. Karena itu petani berharap Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dapat membantu mereka.

Basirin, salah seorang petani sayur di Desa Tanjung Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir mengatakan saat ini antara biaya pemupukan dan perawatan, jauh lebih besar dibandingkan harga jual sayur yang terus anjlok dari hari-kehari. Akibatnya, kami mengalami kerugian dan terancam tak bisa memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Advertisement

“Sayur yang saya tanam adalah, cabai panjang merah, dan kacang panjang. Kedua komoditi itu saat ini harganya terus menurun. sementara biaya pupuk dan obat-obatan tanaman terus merangkak naik. Jadi kami benar-benar rugi. Karena itu kami berharap Pemerintah dapat membantu kami,” harapnya.

Dijelaskannya, untuk harga cabai merah panjang, sebelum mencapai Rp 50 ribu per-kilogram, turun hingga harga Rp 30 ribu per-kilo di pasaran. Sementara harga jual ditingkat petani hanya mencapai Rp. 28 ribu per kilo. Begitu juga dengan harga kacang panjang dari harga Rp Rp 3500 per kilo menjadi Rp 3 ribu.

Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Ogan Ilir, Wawan Wiguna mengaku, harga sayur mayur dipasaran saat ini masih terbilang normal saja.

“Terkait adanya obat-obatan untuk tanaman sayur mayur yang bersubsidi dijual mahal, kita baru dapat informasi, dan ini segera akan kita tindak lanjuti. Karena, bagi penjual obat-obatan bersubsidi untuk tanaman sayur ini, tidak boleh dinaikan sepihak,” tegasnya. (Mie)

Advertisement