BUANAINDONESIA.CO,ID SUMSEL- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selaran (Sumsel), Jumat 6 September 2019 mengadakan rapat Paripurna LXII (62) dengan agenda Pemandangan Fraksi-fraksi DPRD Sumsel terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) perubahan anggaran pendapatan belanja Daerah (APBD) Sumsel Tahun Anggaran 2019. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel H.M Yansuri – Partai Golkar. Gubernur Sumsel Herman Deru tidak hadir. Namun diwakili oleh Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya.
Adapun pemandangan umum fraksi tersebut disampaikan oleh masing-masing jurubicanya, diantaranya Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) – Ir.Rudi Apriadi, MBA, Demokrat – H.Surip Januarto, SS,MM
“Fraksi PAN mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi Sumsel untuk memprioritaskan pengalokasian dana dibidang pendidikan, kesehatan dan Infrastruktur,”kata Rudi Apriadi, saat menyampaikan pemandangan Fraksi. Jumat (6/9).
Untuk dibidang Kesehatan, menurut jubri Fraksi PAN, rencana pemerintah pusat menaikan iuaran BPJS kesehatan dipastikan akan sangat memberatkan ekonomi masyarakat
“Pemerintah Sumsel harus mengantisipasi memberikan kebijakan kemudahan bagi rakyat yang tidak sanggup lagi mengikuti program BPJS Kesehatan,”ujarnya
Dilanjutkan dibidang Pendidikan, “Pendidikan yang berkualitas menjadi dambaan semua orang. Program sekolah gratis yang menjadi pemerintah harus direalisasikan secara merata tanpa diskriminasi.
Bidang Infrastruktur, percepatan pembangunan ruas jalan provinsi di semua Kabupaten/Kota, harus dilakukan pengawasan dan evaluasi secara ketat agar kualalitas jalan yang maksimal. Sedangkan untuk khusus Desa fraksi PAN mengharapkan pemerintah Sumsel berperan aktif dalam mengawasi penggunaan bantuan dana Desa
Sedangkan Untuk Fraksi Demokrat disampaikan oleh H.Surip J. Dalam Nota Kruangan Perubahan APBD 2019 ini Pemprov Sumsel tidak menyampaikan perkiraan besaran pertumbuhan ekonomi Sumsel sampai semester pertana tahun 2019 apakah lebih besar atau lebih kecil dibandingkan pertumbjhan ekonomi pada semester yang sama tahun 2019 dan perkiraan di akhir tahun anggaran nanti.
“Perlu diantisipasi adanya gejolak perekonomian global yang kurang menggembirakan, melambatnya perekonomian nasional dan turunnya nilai ekspor termasuk komoditas unggulan Provinsi Sumsel. Fraksi Demokrat minta penjelasan bagaimana upaya yang disiapkan untuk menghadapi situasi tersebut,”








