BUANAINDONESIA.CO.ID, ACEH UTARA – Seusai mengikuti pembukaan MTQ Propinsi Aceh KE XXXIII Oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Idi Kabupaten Aceh Timur, Sabtu malam, 18 November 2017 memantau langsung kelokasi sejumlah bangunan rumah bantuan untuk janda dhuafa dan anak yatim di Kemukiman Pante Breuh Kecamatan Baktya Kabupaten Aceh Utara.
Irwandi Yusuf yang terpilih menjadi Gubernur Aceh sekitar empat bulan lalu, kini sudah membangun sejumlah rumah untuk Janda korban konflik dan Anak Yatim, rumah layak huni dibangun tersebut memakai dana pribadi miliknya.
Rombongan Tim Khusus Pangtub Gubernur Aceh itu diantaranya M Yusuf Brimob, Guechik Ayi, Udin, H Anwar Yusuf, sapaan Akrab Geuchik Wan, Zulkifli dan rombongannya, kehadiran tim itu untuk melihat kesiapan bangunan rumah bantuan tersebut yang akan ditempati janda miskin dan anak yatim didalam Kemukiman Pante Breuh Aceh Utara.
Geuchik Wan Pante Breuh, mengatakan, Gubernur Irwandi Yusuf, bukan hanya membuat janji, tapi beliau membuktikan, dua rumah bantuan untuk anak yatim korban konflik dikemukiman Pante Brueh dibangun dengan dana pribadi miliknya, artinya bukan dari anggaran pemerintah,” Kata Geuchik Wan yang menjabat sebagai koordinator bangunan rumah anak yatim di Dapil 6 wilayah timur Aceh Utara.
Dia juga menjelaskan, Gubernur Irwandy Yusuf kini sudah siap membangun dua unit rumah bangunan permanen tipe 7×8 meter, memiliki dua kamar tidur dan sudah siap dengan pemasangan listrik, rumah tersebut sudah ditempati Rosmi, 42 tahun dua hari yang lalu, di desa Gampong Alue Keutapang. untuk Aminah, 58 tahun terletak di Desa Pante Brueh akan segera ditempati dalam dua hari kemudian.
“Dua unit rumah yang dibangun Gubernur, untuk Anak Yatim dan Janda miskin korban konfilk dikemukiman Pante Brueh, terletak di Alue Ketapang, dan Pante Breuh kecamatan Baktya Aceh Utara, Anggaran untuk biaya bangunannya rumah ini dari dana pribadi Irwandi sendiri,” kata H Anwar yang akrab disapa Geuhik Wan.
Ia juga menyampaikan satu lagi penerima rumah bantuan dari Gubernur Irwandi adalah Rosmi, 42 tahun, janda miskin yang memiliki lima orang anak yang hingga kini menetap di desa Alue Keutapang. Almarhum suami Rosmi meninggal pada saat konflik aceh beberapa tahun lalu,” jelasnya menambahkan.
“Rumah di Pante breuh, miliknya Aminah (58), kini juga sudah siap dibangun, rumah tersebut ukurannya 7×8, juga memiliki dua ruang kamar tidur, kini rumah tersebut akan segera ditempati Aminah dalam dua hari kedepan,” kata Anwar Geuchik Wan.








