382 Tempat Usaha Terdampak Kebakaran, Pemkab Garut Percepat Pemulihan Pasar Andir

289 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Pemerintah Kabupaten Garut mulai bergerak memulihkan kawasan Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, setelah kebakaran menghanguskan ratusan tempat usaha milik pedagang. Pembersihan sisa material kebakaran mulai dilakukan pada Sabtu (10/10/2026), sebagai langkah awal sebelum pembangunan pasar darurat.

Advertisement

Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengamankan lokasi terdampak sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas perdagangan. Pasalnya, kebakaran tidak hanya merusak bangunan tempat usaha, tetapi juga menyebabkan banyak pedagang kehilangan barang dagangan yang menjadi sumber penghasilan mereka.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, menjelaskan bahwa pembersihan material merupakan bagian dari tahapan penanganan tanggap darurat yang melibatkan sejumlah pihak.

Menurutnya, area terdampak perlu segera dibersihkan agar proses pemulihan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat mempercepat penataan kawasan pasar sehingga para pedagang memiliki kesempatan untuk kembali menjalankan usaha mereka.

Berdasarkan pendataan awal, sebanyak 382 tempat usaha terdampak kebakaran. Jumlah tersebut meliputi kios, los, serta lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebagian besar hangus dilalap api bersama barang dagangan di dalamnya.

Sementara itu, Disperindag ESDM masih melakukan inventarisasi untuk menghitung total kerugian akibat peristiwa tersebut. Pendataan meliputi kerusakan infrastruktur pasar dan kehilangan barang dagangan milik para pedagang.

Pemkab Siapkan Tempat Berjualan Sementara

Di tengah proses pembersihan, Pemkab Garut juga menyiapkan pembangunan pasar darurat untuk mendukung keberlangsungan usaha para pedagang yang terdampak.

Ridwan Effendi mengungkapkan, pasar darurat direncanakan dibangun di lokasi Pasar Andir. Rencana ini disesuaikan dengan aspirasi para pedagang yang menginginkan tempat berjualan sementara tetap berada di kawasan pasar semula.

Hasil musyawarah bersama pedagang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi tersebut.

Keberadaan pasar darurat diharapkan menjadi solusi sementara agar aktivitas jual beli dapat kembali berlangsung sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan pasar secara permanen.

Bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha, tersedianya lokasi berjualan menjadi bagian penting untuk memulihkan pendapatan dan menghidupkan kembali roda perekonomian keluarga.

Pembangunan Permanen Masuk Tahap Perencanaan

Setelah penanganan tanggap darurat dan pembersihan material selesai, Pemkab Garut akan melanjutkan proses ke tahap transisi menuju pemulihan.

Pada tahap ini, pemerintah daerah akan mempersiapkan perencanaan perbaikan dan pembangunan kembali Pasar Andir secara permanen.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi Pasar Andir sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bayongbong.

Pemkab Garut kini berupaya menjalankan penanganan secara bertahap, mulai dari pembersihan lokasi, persiapan pasar darurat, hingga perencanaan pembangunan permanen. Melalui langkah tersebut, pemulihan pasar diharapkan dapat berjalan sekaligus membuka peluang bagi para pedagang untuk kembali bangkit setelah terdampak kebakaran.