BUANAINDONESIA,CO.ID – Di banyak pelosok Indonesia, masih ada pesantren yang atapnya bocor saat hujan turun. Masjid-masjid kecil bertahan dengan pengeras suara rusak, karpet lusuh, hingga santri yang harus belajar menggunakan Al-Qur’an bergantian.
Hal ini Bukan karena mereka tidak ingin berkembang. Tetapi karena sering kali, mereka tidak tahu harus mengetuk pintu ke mana untuk mencari bantuan.
Wahyudin Sekretaris Asta Maringi Indonesia mengatakan di situlah Asta Maringi Indonesia hadir melalui program “Sedekah Yuk”, sebuah gerakan penggalangan dana yang membantu pesantren dan masjid untuk mendapatkan dukungan publik secara lebih luas, amanah, dan transparan.
” Program ini menjadi jembatan antara masyarakat yang ingin berbagi dengan lembaga-lembaga keagamaan yang membutuhkan bantuan nyata. Mulai dari renovasi mushola, bantuan air bersih pesantren, distribusi Al-Qur’an, santunan santri yatim, hingga program kemanusiaan lainnya, ” kata Wahyudin.
Lebih lanjut Wahyudin mengatakan kadang yang dibutuhkan pesantren bukan bantuan miliaran.
” Ada yang hanya butuh perbaikan kamar mandi, sumur, atau meja belajar santri. Tapi hal kecil itu sangat berarti bagi mereka,” ujar Wahyudin.
Masih kata Wahyudin, di era digital, donasi online memang semakin mudah. Namun di sisi lain, masyarakat juga semakin berhati-hati akibat maraknya isu penggalangan dana fiktif dan penyalahgunaan bantuan sosial di internet.
” Diskusi publik di media sosial menunjukkan bahwa transparansi dan kejelasan penyaluran dana kini menjadi perhatian utama para donatur, ” tambahnya .
Jelas Wahyudin, Sedekah Yuk mencoba membangun kepercayaan dengan menghadirkan program-program yang jelas, dokumentasi lapangan, serta laporan perkembangan penggalangan dana secara terbuka.
Wahyudin juga menyebutkan, bagi mereka yang menbutuhkan dukungan, sedekah bukan sekadar angka. Tetapi tentang menghadirkan harapan.
” Salah satu program yang menarik perhatian publik adalah bantuan untuk mushola yang puluhan tahun belum pernah direnovasi serta bantuan sumur air bersih untuk pesantren yang mengalami krisis air, ” lanjut Wahyudin.

Program ini disambut baik oleh banyak kalangan pegiat program keumatan. Sambutan positif ini salah satu dukungan datang dari Ustad Yasir, pegiat komunitas Jelajah Masjid.
” Program ini menjadi pengingat bahwa masih banyak tempat ibadah dan lembaga pendidikan Islam yang membutuhkan dukungan kita sebagai umat, ” katanya.
Lanjut Ustad Yasir, Gerakan ini juga membawa pesan sederhana. Siapa pun bisa ikut membantu.
” Tidak harus menunggu kaya, ” kata ustad Yasir.
Masih kata dia, karena terkadang, Rp10 ribu dari banyak orang bisa menjadi cahaya bagi sebuah pesantren di pelosok negeri.
Sedekah Yuk , diharap menjadi model baru dari implementasi budaya gotong royong dan kepedulian sosial agar tetap hidup di tengah masyarakat modern yang serba cepat.
” Sebab bagi mereka, masjid yang nyaman dan pesantren yang layak bukan hanya tanggung jawab pengurusnya, tetapi tanggung jawab kita sebagai umat, ” pungkas Ustad Yasir.








