Baru Tau Ada Wanita Pecinta Ayam Pelung ? Ini Dia Ceritanya

39.613 dibaca
Reden Neni Supriani, Srikandi dan ketua DPD HIPAPN Cirebon, siap bangun kolaborasi dan sinergitas dengan HIPAP Nusantara untuk mengangkat kebudayan ayam pelung dikancah Nasional, Minggu, 1 April 2018. (BUANA INDONESIA NETWORK/Fitnizar Prasetya)

BUANAINDONESIA.CO.ID, TASIKMALAYA – Anggota wanita penggemar dan peternak ayam pelung Srikandi, siap bangun kolaborasi dan sinergitas dengan HIPAP Nusantara untuk mengangkat budaya penggemar ayam pelung dikancah Nasional, Minggu, 1 April 2018.

Advertisement

Reden Neni Supriani selaku ketua Srikandi dan ketua HIPAP Nusantara DPD Cirebon menjelaskan, bahwa dengan adanya Srikandi di HIPAP Nusatara adalah sebagai wadah perempuan dalam menyalurkan hobi dalam dunia ayam pelung, guna sebagai suporting untuk membudayakan pusaka di Jawa Barat yang harus dipertahankan keberadaanya.

“Srikandi sendiri diambil dari tokoh pewayangan yang terkenal dengan sosok wanita yang mandiri, gagah dan kuat, karena itu kami memberi nama Srikandi untuk mencerminkan bahwa anggota kita mempunyai mental yang kuat untuk menyuarakan ayam pelung sebagai warisan budaya yang harus diangkat keberadaanya. Dari anggota Srikandi sendiri, terdiri dari penggemar dan peternak ayam,” kata Neni ketika diwawancarai oleh Buana Indonesia Network di acara pelantikan DPD Priangan Timur di Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu, jumlah anggota untuk saat ini berjumlah 20 anggota perempuan yang aktif, dari jumlah puluhan anggota yang belum terdata. Selain peternak dan penggemar, Srikandi sendiri diarahkan dalam mengelola HIPAP Nusatara Mart, yaitu salah satu koperasi yang menjual merchandise berupa tshirt, atribut dan produk lainnya.

“Anggota Srikandi mempunyai jumlah anggota sekitar 20 anggota yang terdata, dari puluhan jumlah yang belum terdata. Dari 20 anggota Srikandi, selain seorang peternak dan penggemar, meraka juga melakukan suporting dalam mengelola HIPAP Nusantara Mart, salah satu koperasi milik HIPAP Nusantara yang difokuskan dalam penjualan, seperti tsirt, atribut dan prodak-prodak lainnya yang ada di HIPAP Nusatara,” papar Neni.

Dalam kurun waktu satu tahun, Neni optimis dirinya akan memaksimalkan untuk menambah anggota sebanyak-banyaknya, untuk lebih memeriahkan dan menyuarakan ayam pelung sebagai budaya asli Jawa Barat yang harus dikenalkan ke tingkat Nasional, bahkan Internasional.

“Srikandi sendiri ingin mengajak kepada temen-temen perempuan peternak dan penggemar ayam pelung, untuk mengangkat kebudayaan dengan ikut partisipasi, bukan hanya laki-laki tapi perempuan juga harus bisa,” pungkas Neni.