Putra Ratu Atut Blusukan, Ini yang Dia Tawarkan Untuk Perajin Gula Aren

17.273 dibaca

BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Banten nomor urut 1, Andika Hazrumy terus melakukan blusukan ke sejumlah daerah di wilayah Banten. Andika mengunjungi masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, salah satunya bertatap muka dengan masyarakat di Kecamatan Cibaliung.

Andika mengatakan, gula merah cetak atau gula aren merupakan andalan ekonomi bagi masyarakat di daerah itu. Bahkan bisa dipastikan perajin gula yang memanfaatkan pohon aren  tersebar di sembilan desa di daerah tersebut.

Advertisement

“Gula aren sudah menjadi produk unggulan masyarakat di sini. Harus ada langkah kreatif, bagaimana produk Cibaliung ini bisa lebih diterima di pasar domestik,” kata Andika Hazrumy yang akrab disapa Aa ini.

Andika, anak sulung mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah ini berkomitmen jika pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Banten akan  melakukan pendampingan melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan atau peneliti LIPI agar produk unggulan Cibaliung tersebut agar bisa diterima di pasar domestik dan mancanegara.

“Kerjasama ini mengkaji bagaimana produk ini bisa masuk ke pasar yang kita sasar. Misalnya bagaimana mengkaji agar gula aren atau gula merah bisa bertahan lama (non expired). Memiliki standar kesehatan dunia atau konsultasi kemasan (packaging) dan bentuk agar bisa lolos edar di pasar domestik dan mancanegara,” tutur anak muda yang semangat itu.

Andika juga menambahkan, konsep pendampingan terhadap perajin gula aren harus dikonsentrasikan dari hulu hingga hilir. Dari pendampingan untuk budidaya petani pohon aren hingga kepemilikan izin merk edar.

“Sejauh ini tak sedikit produk unggulan Banten izin merknya dimiliki orang lain. Kita hanya dijadikan sebagai tempat produksi dan SDM saja. Semisal ‘gula semut’ produk dari Banten tapi izin edar milik pengusaha jawa tengah. Ke depan, jangan terjadi lagi. Kita buat manajemen dari hulu hingga hilir, agar kita (masyarakat) lebih bangga terhadap Banten dan dampak ekonomi dirasakan betul oleh masyarakat Banten,” tandasnya.

Sebelumnya, kata Andika,  sembilan desa di Cibaliung harus memiliki koperasi bersama untuk menjalankan konsep hulu-hilir untuk produk usaha budidaya gula aren atau gula merah.

“Dari sembilan kelompok usaha  bersama yang akan dikawal oleh para pendamping,” katanya.

Andika menegaskan, langkah selanjutnya akan menggerakan promosi dengan menggelar event nasional “Festival Aren” yang   diharapkan ke depan Cibaliung lebih dikenal masyarakat sebagai penghasil gula aren sehingga dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah itu.

“Ini juga langkah untuk menjadikan Cibaliung sebagai destinasi wisata budaya yang bisa menarik wisatawan dari luar daerah,” tuturnya.

commercial-star-end-251216

Perajin gula aren  Cibaliung, Cecep mengaku, bahwa para perajin gula aren atau gula merah masih bermasalah dengan pemasaran hasil produksi mereka.

“Selain menjualnya ke pasar-pasar, produksi gula aren juga tergantung pemesanan,” kata Cecep.

Cecep menjelaskan, para perajin gula aren di kecamatan Cibaliung dan sekitarnya membuat produk dengan cara tradisional. Belum ada sentuhan teknologi baik saat mengambil air nira dari pohon kawung dan juga teknologi  memasak yang efektif.

“Ya caranya tradisional saja. Baik ada permintaan yang banyak maupun tidak ada, perajin gula aren memasak di dapur tradisional,” tuturnya.

Ia berharap ada langkah kongkret untuk  mendorong pengembangan produksi gula aren yang ada di daerah itu. Namun, pihaknya kesulitan untuk memproduksi gula aren lebih banyak lagi karena terbatasnya pohon aren.

“Kami ingin mengusulkan agar petani mendapatkan bantuan benih aren sebab saat ini tanaman aren yang ada sudah usia tua sehingga produksinya relatif rendah,” Pungkasnya