
BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Pelayanan puskesmas di Pandeglang kembali dikeluhkan. Hal itu menimpa kepada Jumhadi seorang Pendamping Lokal Desa (PLD) kecamatan Cikeusik yang hendak menggunakan mobil ambulance puskesmas Cadasari.
Pasalnya, menggunakan fasilitas mobil ambulance untuk antar jemput pasien tersebut, puskesmas Cadasari mematok bayaran sebesar satu juta rupiah.
Ahmad Yani, rekan Jumhadi menjelaskan, seorang kerabatnya yang mengalami kecelakaan tidak jauh dari kantor pusat pelayanan masyarakat tersebut. Rekannya sempat dirawat di puskesmas Cadasari, yang berlokasi di jalan raya Serang KM-5 Cadasari, kampung Cadasari, desa Cadasari. Saat pasien hendak dibawa pulang mereka merasa keberatan dengan bayaran yang disampaikan oleh pihak puskesmas.
“Kita dipinta satu juta kemudian turun ke 800 ribu untuk mengantar pasien dari puskesmas ke rumah pasien, aneh fasilitas negara ko mahalnya minta ampun.” ungkap Yani.

Yani sangat menyayangkan mahalnya biaya yang disebutkan oleh pihak puskesmas tersebut yang tidak bisa dinego. Dia juga mempertanyakan aturan yang di pakai untuk tarif ambulance.
“Masa gak bisa turun sampai 500 ribu. Kita juga pertanyakan aturan yang dipakai pihak puskesmas untuk tarif ambulance, masa pakai agro, kaya taksi saja.” kata Yani
“Karena mahal akhirnya kita pake mobil ambulance RSUD Pandeglang, karena cuman bayar 400 Ribu.” lanjut Yani.
Saat dikonfirmasi, perawat puskesmas Cadasari, Muhammad Billy mengatakan, saat pasien masuk puskesmas, pihaknya langsung mengambil tindakan. Sementara itu, terkait mobil ambulance pihaknya tidak bisa memberikan keterangan.
“Itu bukan bagian saya, itu kebagian supir Ambulance saja.” ungkap Billy.
Di puskesmas Cadasari terparkir dua unit mobil ambulance, yang terlihat keduanya dalam keadaan normal dan tidak digunakan.
(Editor: Ekky El Hakim)










