Lestari : Kami Menunggu Keajaiban Tuhan

19.148 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Nasib malang menimpa keluarga Ardi dan Ibu Lestari, warga Kampung Bengkok RT 03 RW, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang. Keluarga sederhana yang hidup dibawah garis kemiskinan ini, harus menerima anak kedua mereka, yang diberi nama Bagas, mengidap penyakit pembengkakan di kepala yang semakin lama semakin membesar.

Advertisement

Bagas, bayi malang itu, terlihat ada perbedaan di kepalanya sejak usia 1 bulan baru. Awalnya dari pihak keluarga tidak tahu menahu kalau itu petanda terkena penyakit. Tapi makin lama makin membesar. Berulah kemudian dibawa berobat ke Puskesmas (pusat kesehatan masyarakat). Tak ada tanda-tanda kesembuhan, bayi malang itu pun sempat dibawa ke pengobatan tradisional.

“Anak saya sudah setahun setengah terbaring lemah, karena kepalanya makin lama makin besar. Sementara untuk biaya berobat, kami sangat kesusahan. Paling berobat ke puskesmas terdekat. Kata pihak puskesmas anak saya mengidap penyakit hidrosepalus. Kemudian anak saya dibawa ke pengobatan tradisional, dukun kampung. Untuk dibawa ke rumah sakit kami tidak mampu. Jangankan biaya rumah sakit, untuk makan sehari-hari saja kami kesulitan. Sementara usaha saya jualan di sekolah, dan suami saya kerja serabutan,” ungkap Lestari, Ibu dari bayi malang itu, Rabu, 14 Februari 2018.

Lanjut Lestari, sekarang ini hanya menunggu keajaiban dari Tuhan, dengan banyak berdoa demi kesembuhan anaknya sambil tetap berusaha mencari pengobatan. Sebagai orang tua, mereka sangat berharap sekali anaknya bisa sembuh kembali seperti anak-anak lainnya.

“Kami sekarang hanya menunggu keajiban Tuhan, tetapi kami juga tidak mau putus asa. Kami tetap berusaha semampu kami membawanya berobat. Memang ingin sekali membawa anak saya ini ke rumah sakit, tapi apa daya, kemampuan kami serba kesulitan,” tambah Lestari sambil berlinangan air mata.

Lestari berharap banyak yang sudi membantunya. Tak hanya memalui materi, tapi bisa juga melalui doa yang ikhlas.

Editor: NA