BNN Lawan Narkoba, Pornografi dan Kekerasan di Kalangan Muda

15.279 dibaca
Kepala BNN irjen Heru Winarko saat tanya jawab dengan siswa, Jumat, 9 Maret 2018. Buana Indonesia Network/Abby Aditya E.P

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan sosialisasi dengan tema ‘Lawan Narkoba, Pornografi dan Kekerasan Demi Masa Depan Indonesia Gemilang’ di hadapan ratusan istri prajurit TNI dan Polri di Bandung, Jumat, 9 Maret 2018.

Advertisement

Dalam acara tersebut, berharap kaum ibu memiliki kontribusi yang besar dalam mencegah peredaran narkoba di kalangan muda. Sebagai benteng terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga, peran serta orang tua ini dinilai ampuh dalam menghindarkan anak dari penyalahgunaan barang haram tersebut.

Kepala BNN Irjen Heru Winarkomenjelaskan, semua pihak harus berperan aktif dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Tanah Air.

“Semua komunitas harus hadir. Bagaimana agar generasi muda kita bisa terhindari dari narkoba,” jelasnya.

Heru pun mengajak kaum ibu bisa lebih maksimal lagi dalam mengantisipasi hal itu, khususnya di kepada anak-anak.

“Ibu-ibu, mamah muda, harus lebih tahu tentang narkoba, agar bisa mengajak anaknya menghindari narkoba,” bebernya.

Untuk mencapai target, pihaknya akan lebih gencar bersosialisasi ke kalangan ibu-ibu. Bahkan BNN pun akan menyasar pendidikan awal hingga tingkat atas.

“Materi-materi anti narkoba akan disosialisasikan mulai dari PAUD sampai mahasiswa,” sambungnya.

Kepala Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, Brigjen Rusnadi berharap kaum ibu bisa meningkatkan perhatian terhadap keluarga, khususnya anak-anak.

Generasi muda ini, lanjut dia, harus diawasi sebaik mungkin sehingga orang tua bisa mengetahui aktivitas mereka sehari-hari.

“Jadi kalau ada yang aneh-aneh, ditanyakan. Harus dicurigai,” katanya di tempat yang sama.

Jika hal ini dilakukan, dia optimistis ketahanan keluarga di masyarakat akan baik.

“Baiknya ketahanan keluarga ini menjadi ujung tombak dalam menghindarkan anak dari narkoba,” lanjutnya.

Pangdam III Siliwangi, Mayjen Doni Monardo, menyebut Indonesia diserang oleh banyak jenis narkoba. Menurut dia, terdapat sedikitnya 71 jenis barang haram tersebut yang beredar di masyarakat.

“Harus hati-hati. Kalau menerima sesuatu, makanan atau minuman,” katanya.

Doni mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap anggota keluarga yang mencurigakan, terutama yang lebih suka menyendiri.

“Orang yang kena narkoba itu introvert, mengasingkan diri, asyik dengan dunianya. Banyak berhalusinasi, berkhayal,” pungkasnya.