

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR-Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Sudrajat, blusukan ke Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor. Di sana Sudrajat mendengar keluh kesah pedagang terkait kondisi pasar yang sudah mulai kumuh, Jumat, 9 Maret 2018.
Melihat kondisi pasar tradiaional dan mendengar keluhan pedagang, Ajat (panggilan akrab Sudrajat), menawarkan konsep wisata pasar tradisional yang menjunjung kearifan lokal.
“Jadi orang yang datang ke pasar ini bukan sekadar datang jual beli barang komoditi saja, namun ada destinasi wisata yang menjadi daya tarik,” kata Ajat yang saat itu juga membeli telur dan ikan asin dari pedagang.
Dengan demikian, sambung Ajat, pasar tradisional yang biasa dikunjungi warga lokal bisa didatangi wisatawan domestik dan juga mancanegara.
“Wisata itu akan menjadi nilai tambah tersendiri dan akan meningkatkan nilai ekonomi dari pasar tradisional,” tambahnya.
Ajat menambahkan, konsep wista pasar trandisional juga menambah daya saing dengan pasar modern, namun dengan tuntutan pasar ini harus tetap bersih dan nyaman bagi pengunjungnya.
“Daya saing yang harus diutamakan, agar pasar tradisional tetap bertahan di balik berkembangnya pasar modern yang semakin pesat dan menjamur di berbagai kota di Jawa Barat,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Ajat menjanjikan akan memprioritaskan pembangunan Pasar Cisarua agar tertata rapi tidak terlihat kumuh.
Selain mengunjungi pasar, Ajat juga mendatangi Padepokan Silat Cimande di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Dia berjanji akan menyulap padepokan tersebut menjadi pusat perguruan pencak silat Aliran Cimande di Indonesia, seperti perguruan Shaolin Temple di Cina.
Perguruan Silat Cimande ini diketahui sebagai seni pencak silat tertua di Jawa Barat, bahkan di Indonesia, sehingga harus dilestarilan dan dikembangkan agar tidak terkikis oleh zaman.
Selain seni beladiri, ada satu keunikan lagi di Cimande, yaitu pengobatan tradisional patah tulang yang sudah terkenal serta obat gosoknya yang sudah merambah ke berbagai daerah di Indonesia. Ajat mengaku, tidak ingin potensi pengobatan ini dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, seperti belakangan ini minyak gosok Cimande yang dipalsukan.
“Jadi kita harus siapkan obat asli Cimande bisa dipatenkan dan harus standar pengobatan trandisional yang baik (SPTB). Ditambah dengan dokter patah tulang trandisional yang memang benar-benar sudah berkompeten,” titup mantan Dubes Indonesia di Cina ini.










