
BUANAINDONESIA.CO.ID PANDEGLANG – Ditinggal mengisi pengajian ke Kampung tetangga, Pondok Pesantren Nurul Huda, Kampung Sukaliuh, Desa Padamulya Kecamatan Angsana, Kab Pandeglang. Minggu malam, 22 April 2018 habis dilalap si jago merah. Pemilik sekaligus pengasuh Pesantren yang terbakar, Kyai H Asrudin saat peristiwa kebakaran terjadi dirinya dan para santri kebetulan sedang memenuhi undangan pengajian di kampung lain (Kampung Bakung, Desa Padamulya).
Dari hasil informasi yang didapat, asal api diduga disebabkan oleh hubungan arus pendek, dan melahap 11 lokal pondok pesantren yang sebagian besar bangunan terbuat dari material kayu yang mudah terbakar.
“Untung kami berserta para santri sedang mengikuti pengajian di tempat hajatan tetangga kampung, jadi alhmadulilah saya beserta para santri selamat dari Kebakaran, tapi kasian para santri semua pakaian dan kitab kitabnya terbakar semua, kerugian yang kami alami sekitar 90 juta, karena tidak tersisa hanya puing puing saja,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Kyai H Asrudin.

Sementara menurut orangtua H Asrudin sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Angsana, H Solihin mengatakan kejadian sekitar pukul 20.30 Wib Para santri dan pengasuhnya lagi pengajian di tempat hajatan, jadi tidak tahu awalnya dari mana, masyarakat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, yang penting api tidak merembet ke rumah penduduk.
“Kami bersama masyarakat setempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, tapi karena api terlalu besar dan material bangunan semuanya yang mudah terbakar, sehingga kami pun tidak sempat menyelamatkan barang-barang milik santri. Yang penting kami sudah berusaha agar api tidak merembet ke tempat lain atau rumah penduduk, karena pondok pesantren tersebut berdekatan dengan Rumah penduduk,” Paparnya.











