KSB Kecamatan Angsana Tampung 5.120 Pengungsi Korban Tsunami

18.551 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID , Pandeglang – Sebanyak 5.120 warga yang terdampak bencana tsunami di Kecamatan Panimbang dan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang mengungsi di Kecamatan Angsana. Mereka tersebar di sejumlah titik pos pengungsian.

Advertisement

Beberapa diantaranya, terdapat di kantor Desa Cikayas, Desa Pada Mulya, Desa Padaherang, Desa Sumurlaban, Desa Angsana,
MTS Cikayas, SMK Nur Insani, Gedung PGRI, , SMP Angsana, dan Masjid Cinyawanan.

Kecamatan Angsana sendiri menjadi salah satu titik yang paling banyak menampung para pengungsi. Dari 19.200 pengungsi di 20 titik, sebagiannya berada di Kecamatan Angsana.

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Angsana, Beni Madsira menyebutkan, sejak tsunami menerjang pesisir Pandeglang Sabtu (22/12/2018) lalu, wilayahnya menjadi salah satu tujuan utama pengungsi lantaran letaknya yang jauh dari pantai.

” Jumlah pengungsi dari Sabtu malam sampai Senin, kurang lebih 5.120 jiwa. Tapi dari malam Senin sampai sekarang, 3.800 orang yang tersebar, dirumah warga dan perkantoran,” ujarnya kepada RRI, Rabu 26 Desember 2018.

Meski menampung pengungsi yang cukup banyak, namun Beni memastikan bahwa ketersediaan logistik bagi pengungsi masih mencukupi. Bahkan beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo sempat memberikan bantuan berupa paket sembako.

” Untuk sementara kita Alhammdulilah bantuan logistik masih tercukupi yang kita pusatkan di kantor kecamatan. Bantuan berasal dari donatur, relawan, dan para pengusaha. Dari pemerintah ada bantuan paket sembako dari persiden, kurang lebih 100 paket dari unsur kepolisian, Dinsos Provinsi Banten dan Dinsos Kabupaten Pandeglang,” bebernya.

Kendati demikian, tetap saja ada beberapa pengungsi yang mulai terserang penyakit seperti demam dan pusing. Akan tetapi hal itu sudah ditangani oleh tim medis yang berasal dari Puskesmas Munjul.

” Posko kesehatan ada di Puskesmas Munjul, Ada beberapa pengungsi terkena penyakit demam dan pusing terutama anak kecil tapi sudah ditangani,” sambung pria yang juga bertugas sebagai Koordinator Penanganan Pengungsi tersebut.

Hanya saja, Beni berharap agar wilayahnya dikunjungi oleh Bupati Pandeglang, Irna Narulita untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak bencana.

” Sampai saat ini bupati belum datang melihat. Kalau bisa datang lah, lihat warganya yang butuh perhatian, mereka sebagian trauma,” tutup Beni.