Ribuan Santri Ikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional

19.584 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG  – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, KH. Tb. Hamdi Ma’ani menjadi Inspektur upacara peringatan hari Santri Nasional yang di selenggarakan di Alun-Alun Menes Pandeglang Banten, hadir dalam upacara Bupati Pandeglang Irna Narulita, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono, Kejari Nina Kartini, Dandim 0601 Pandeglang Letkol Inf Denny Juwon Pranata, para Kepala OPD Camat Alim Ulama dan para santri.

Advertisement

Dalam sambutannya TB Hamdi Ma’ani, santri saat ini harus kreatif, inovatif dan adaptif terhadap nilai-nilai baru yang baik sekaligus perlu menjaga tradisi dan nilai-nilai lama yang baik. Selain itu, santri tidak boleh kehilangan jati diri sebagai muslim yang berakhlakul karimah.

“Tujuan dasar perjuangan santri adalah memperjuangkan tegaknya ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah dan menggemakan jargon kembali ke Al-qur’an dan hadist. Santri dituntut untuk cerdas mengembangkan argumen Islam moderat yang relevan, kontekstual, membumi dan kompatibel dengan semangat membangun simbiosis Islam dan kebangsaan” ungkapnya, saat menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Alun-alun Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 22 Oktober 2019.


Masih kata TB Hamdi, meskipun seorang santri telah menempuh pendidikan hingga mancanegara, namun santri tidak boleh melupakan jati dirinya sebagai santri yang hormat dan patuh kepada kiayi.

“Tidak ada kosakata bekas kiayi atau bekas santri dalam ajaran pesantren. Santri melekat sebagai stempel seumur hidup membingkai moral dan akhlak pesantren. Dihadapan kiayi santri harus menanggalkan gelar dan titelnya. Sikap siap baris di belakang kepemimpinan para kiayi, selain mengembangkan nilai-nilai agama islam, santri juga menganut pada Pancasila dan UUD 45, memperjuangkan keutuhan NKRI” paparnya.

Masih kata dia, Sekarang pondok pesantern sudah terlegalitas semua, dengan di tetapkannya hari santri nasional ini, semoga Pemerintah dapat membantu untuk mengembangkan para santri hususnya Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

“Hari santri sudah di tetapkan oleh Pemerintah maka, semoga Pemerintah juga memperhatikan para santri, terutama Pondok Pesantren, agar para santri ini bisa terus berkembang untuk mengembangkan nilai-nilai Agama Islam” Pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, selama ini santri memiliki peranan penting di kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk di era-era sebelum kemerdekaan. Karena itu, perjuangan mereka membangun bangsa ini patut diapresiasi.

“Hari santri ini makin banyak kontribusinya kepada bangsa dan negara melalui bidang keagamaan di bidang ilmu pengetahuan teknologi dan sebagainya untuk juga jangan sampai ada hoax yang bisa memporakporandakan persatuan dan kesatuan tapi dengan di era digital ini kita bisa lebih maju lagi menjadi bangsa yang bermantabat bangsa yang mempertahankan pancasila dan sifat-sifat kereligiusan kita,” ujar Irna.

Irna kemudian mengucapkan selamat kepada para santri yang kini sedang memperingati momentum hari besarnya. Harapannya, para santri selalu menjadi tauladan di tengah-tengah masyarakat. Upacara HSN 2019 sendiri mengangkat tema Santri Unggul Indonesia Makmur.