Tanto Warsono Arban Apresiasi Workshop Jurnalis: OPD Di Pandeglang Harus Optimalkan Literasi Digital

10.149 dibaca

BUANAINDONESIA CO.ID.PANDEGLANG – Media Sosial (Medsos) atau saat ini yang trend disebut literasi digital setiap hari bahkan setiap detiknya terus berkembang. Oleh sebab itu, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban mengharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus mengoptimalkan literasi digital.

Advertisement

“OPD harus terus berinovasi bagaimana caranya memaksimalkan potensi literasi digital mulaidari perencanaan program, pemanfaatan program, bahkan pertanggung jawaban program,” hal demikian dikatakan Wabup Tanto saat menghadiri acara workshop jurnalistik dan pengelolaan media sosial tahun 2024, di oproom setda pandeglang, kamis 25 Januari 2024.

Wabup Tanto mengapresiasi kegiatan workshop yang digagas oleh Kelompok Kerja Wartawan (Porwan) Pandeglang. Sebab kegaiatan ini kata Wabup Tanto memberikan pemahaman kepada para admin OPD dan Puskesmas untuk mengelola konten literasi digital (medsos).

“Ini wujud nyata sinergitas antara wartawan dan pemerintah daerah, kami sangat terbantu dengan kegiatan ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik (Diskominfosantik) Tb Nandar Suptandar mengatakan, melalui kegiatan workshop tersebut, para admin juga dikenalkan mengenai metode penulisan berita dan informasi di Medsos. Selain itu, para admin juga dikenalkan kaidah penulisan dan kinerja wartawan.

“Karena selama ini, kan banyak juga yang belum mengetahui mengenai metode penulisan berita dan narasi di Medsos, dengan ini dikenalkan perbedaannya, termasuk mengenai kinerja wartawan. Karena selama ini banyak yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan wartawan yang tidak jelas,” tambahnya.

Sementara Ketua Pokja Wartawan (Porwan) Tb Agus Jamaluddin mengatakan, media sosial (Medsos) saat ini menjadi salah satu sarana penyampaian informasi kegiatan semua instansi pemerintahan.

Oleh karena itu, melalui kegiatan tersebut, para admin Medsos dan wartawan bisa bersinergi dengan baik.
“Medsos merupakan hal baru dan harus bisa mengikuti tren. Karena dibeberapa medsos instansi pemerintahan sudah bagus, hanya ada sedikit ketimpangan, antara bagaimana medsos dan bahan berita itu,” kata Agus.

Rizki Aulia Natakusumah anggota komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai narasumber pada kegiatan tersebut mengatakan, setiap tahunnya generasi yang tumbuh selalu berbeda. Namun, kendati demikian silaturahmi lintas generasi tidak boleh terputus.

“Di era tahun dua ribu dengan sekarang jauh berbeda, dulu tetbilang lambat dalam teknologi informasi. Anak zaman sekarang tentu lebih banyak informasi yang dimilki tentang perkembangan teknologi informasi, kita harus bisa mengikuti perkembangan zaman saat ini,” katanya.

Rizki berharap, di era digitalisasi saat ini harus mampu membanngun narasi yang optimis, harus lebih kreatif dalam mengemasan informasinya.

“Terkadang kita harus peka, harus tau pengemasan yang sesuai dan disukai masyarakat, harus bisa pro aktif dan harus bisa menggaet anak muda dan ahli dibidang yang saat ini sedang berkembang,” ujarnya.

Narasumber lainnya, Mardiana Tirtalaksana Redaktur Eksekutif Satelit News menyampaikan, bagaimana tata cara pembuatan berita dan perbedaan media massa serta media sosial.

“Dalam pembutan berita harus memperhatikan tiga unsur yaitu judul, lead, dan tubuh berita. Dalam pembuatan judul tidak sembarangan harus memperhatikan 5W+1H yaitu who, what, where, when, why, how,” katanya.

Mardiana juga menegaskan, menulis merupakan hal yang sangat menyenangkan. Karena kata Riyan, dengan menulis dapat belajar untuk menemukan dan menggunakan kata-kata yang tepat menyatukan kedalam kalimat.

“Tulisan yang baik akan mendatangkan umpan balin yang positif dari editor, pembaca dan lain-lain,” ungkapnya.

Hadir pada kegiatan ini Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Muhamemin, Kabid Informasi Pablik Diskomsantik Abdul Latif dan penasehat PWI Banten H Agus Sangjadirja.