Bupati Garut Instruksikan ASN Responsif Hadapi Dampak Pencoretan Puluhan Ribu PBI BPJS

2.159 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Senin (9/2/2026).

Dalam arahannya, Bupati Garut menekankan pentingnya kecepatan respons dan optimalisasi pelayanan publik menyusul penghapusan sekitar 70 ribu warga Kabupaten Garut dari kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan oleh pemerintah pusat pada akhir Januari 2026.

Advertisement

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dinamika di tengah masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu yang selama ini mengandalkan layanan kesehatan gratis. Untuk itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terkait, terutama Dinas Kesehatan dan jajaran puskesmas, agar tetap memberikan pelayanan kesehatan dasar secara maksimal.

“Jumlahnya cukup besar dan pasti akan memunculkan dinamika di lapangan. Saya minta pelayanan kesehatan tetap berjalan karena ini merupakan pelayanan dasar yang menjadi hak masyarakat,” tegas Syakur.

Sebagai bentuk antisipasi, Pemerintah Kabupaten Garut telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial guna memperoleh data rinci masyarakat yang terdampak pencoretan. Selain itu, upaya pengajuan ulang kepesertaan PBI terus dilakukan agar warga yang memenuhi persyaratan dapat kembali terakomodasi dalam program jaminan kesehatan.

“Walaupun ada pengurangan, secara kumulatif kita tetap berupaya menambah melalui pengajuan baru. Ikhtiar ini harus terus dilakukan,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Garut juga mengingatkan seluruh ASN agar menjaga disiplin dan profesionalisme kerja selama bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa ibadah puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Bulan puasa justru menjadi momentum untuk meningkatkan etos kerja. Melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh adalah bagian dari ibadah,” katanya.

Menutup arahannya, Syakur mengapresiasi berbagai upaya peningkatan kinerja birokrasi yang telah dilakukan, termasuk optimalisasi sistem digital pemerintahan seperti Srikandi. Namun demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat berpuas diri mengingat tantangan pembangunan di Kabupaten Garut ke depan masih cukup berat.