Syakur Amin Resmi Buka Bulan Dana PMI Garut, Solidaritas Warga Jadi Kekuatan Kemanusiaan

476 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial melalui Bulan Dana Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut Tahun 2026. Program tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat dukungan terhadap berbagai layanan kemanusiaan di daerah.

Advertisement

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin secara resmi mencanangkan Bulan Dana PMI 2026 saat mengikuti apel gabungan di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (5/10/2026).

Pencanangan ditandai dengan donasi secara simbolis melalui QRIS yang dilakukan Bupati Garut. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam mendukung kegiatan PMI.

Syakur mengatakan keberadaan PMI sangat dibutuhkan, terutama ketika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat. Dukungan masyarakat melalui Bulan Dana diharapkan dapat membantu PMI menjalankan berbagai kegiatan, termasuk pelayanan darah dan penanganan masyarakat terdampak bencana.

“Ini tentu sangat kami apresiasi karena akan membantu Pemerintah Kabupaten Garut, terutama dalam menyikapi berbagai musibah yang terjadi,” ujar Syakur.

Menurutnya, semangat kemanusiaan perlu dibangun secara berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan pelajar juga dinilai penting agar nilai kepedulian dan kebiasaan membantu sesama dapat ditanamkan sejak usia dini.

Selain masyarakat, jajaran ASN dan pejabat di lingkungan Pemkab Garut juga diarahkan untuk memberikan kontribusi melalui besaran yang telah ditentukan secara proporsional.

Syakur berharap dukungan berbagai unsur tersebut dapat membantu PMI memenuhi target Bulan Dana sekaligus memperkuat kesiapan ketika sewaktu-waktu terjadi musibah yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Ketua PMI Kabupaten Garut dr. Helmi Budiman mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah daerah. Ia memastikan dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk menunjang sejumlah program PMI.

Salah satu program tersebut adalah pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) yang mencakup tingkatan Mula, Madya dan Wira. Menurut Helmi, pembinaan PMR merupakan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian serta jiwa kemanusiaan.

Di bidang kebencanaan, PMI Garut juga memiliki pengalaman terlibat dalam penanganan musibah di luar daerah. Selain mengerahkan relawan, PMI dapat memberikan dukungan berupa peralatan sesuai kebutuhan di lokasi bencana.

Helmi menyebut PMI Garut pernah mengirimkan personel untuk membantu penanganan bencana di Cianjur dalam waktu yang cukup lama. Dukungan serupa juga diberikan ketika terjadi bencana di Aceh.

Untuk wilayah Garut, PMI terus berkoordinasi dengan BPBD dan berbagai elemen relawan dalam menghadapi potensi bencana, termasuk kekeringan, longsor dan kebakaran hutan.

“PMI ingin bersama-sama dengan pemerintah daerah dan relawan lainnya menangani musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Garut,” katanya.

Sementara itu, pelayanan darah menjadi salah satu layanan penting PMI yang terus dijaga. Helmi menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan stok darah di Garut berada pada kondisi relatif aman dengan tingkat kesiapan mencapai sekitar 98 persen.

Namun, stok sejumlah golongan darah tertentu dapat mengalami perubahan sesuai kebutuhan. Untuk jenis darah tertentu yang tidak dapat diproses di Garut karena jumlah kebutuhannya relatif sedikit, pemenuhan dilakukan melalui fasilitas pengolahan darah di Bandung.

“Alhamdulillah, stok labu darah secara umum selalu tersedia. Sekitar 98 persen kebutuhan sudah kami siapkan. Kalau ada jenis darah tertentu yang tidak tersedia, ada yang harus diproses di Bandung karena jumlahnya sedikit,” pungkas Helmi.