A Rosad Kembali Nahkodai PGRI Cabang Angsana Kedua Kalinya

1.717 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – Konfrensi Cabang (Konfercab) Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Kecamatan Munjul di gelar Sekasa 23 Desember 2025, acara bertempat di Gedung PGRI Kecamatan Angsana, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Banten masa bakti periode 2025–2030.

Advertisement

Konfrensi Cabang ( Konfercab) dilaksanakan secara pemilihan, ada dua calon yang berkompetisi dalam Konfercab, yang pertama untuk F1, A Rosad SP.d, yang kedua Iwan Setiawan SP.d. kedua calon tersebut berkompetisi dalam pemilihan ketua PGRI cabang Angsana,

A Rosad kembali terpilih menjadi ketua PGRI cabang Kecamatan Angsana, dengan mendapatkan suara 117 suara, sementara Iwa Setiawan mendapatkan suara 79 suara. Hak suara yang melaksanakan pemilihan 196 orang.

Acara di hadir Ketua Dewan Pendidikan Amri SH, Pengurus PGRI kabupaten Pandeglang, Camat Kecamatan Angsana Acep Jumhani, Kapolsek Angsana IPTU Akbar Kormin Pendidikan serta Pengawas Tingkat Kecamatan Munjul.

Sebelumnya, A Rosad menjabat Ketua PGRI  Kecamatan Angsana periode 2021-2025, sekarang kembali terpilih sebagai ketua PGRI cabang kecamatan Angsana periode 2025-2030, dengan mendapatkan suara 117 suara A Rosad kembali Menahkodai PGRI cabang Angsana, Rosad berharap ,PGRI lebih kompak di masa kepemimpinan sekarang ini, loyalitas anggota PGRI harus terus di tingkatkan, program yang tertunda di masa jabatannya yang pertama agar terus di lanjutkan.

” Alhamdulilah Sayah terpilih kembali yang keduakalinya untuk memimpin PGRI cabang Angsana, hal ini tentunya berkat kekompakan warga PGRI dan perjuangan semua, ini adalah suatu tugas dan beban yang harus sayah jalankan, amanah ini akan sayah jaga dan emban sesuai dengan kemampuan, seterusnya program PGRI yang tertunda akan di lanjutkan, perjuangan PGRI akan terus di lakukan bagaimana kesejahteraan anggota PGRI di kecamatan Angsana bisa tercapai,” ungkapnya.

Rosad juga memohon maap apabila di masa kepemimpinannya banyak kekurangan dan kesalahan, yang jauh dari kata sempurna,  masih banyak program kegiatan PGRI yang tertunda, dan kesejahteraan anggota PGRI pun masih jauh dan banyak ketinggalan, dengan kerendahan hati kami para pengurus Demisioner mohon di bukakan pintu maap.

” Sayah beserta jajaran pengurus PGRI Demisioner mohon maap atas segala kekurangan dalam masa kami menjadi pengurus PGRI, semoga PGRI terus kompak maju dan solidaritas tetap terjaga di tubuh PGRI kecamatan Angsana ,” jelasnya.

Lanjut Rosad dengan ini mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh anggota PGRI yang memberikan amanah kepadanya sebagai ketua PGRI cabang Angsana, organisasi tidak bisa berjalan oleh pengurus saja tetapi butuh dukungan dan suport dari semua anggota PGRI, terdapat sejumlah program yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan. Terutama program yang tertunda di masa jabatan ia yang pertama, Salah satu yang menjadi prioritas adalah pendataan keanggotaan dan mengajak seluruh guru yang belum tergabung dalam organisasi untuk ikut bergabung, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Kemudian rehabilitasi gedung PGRI yang belum beres.

“ sayah ucapkan Benyak terimakasih kepada semua yang sudah mendukung, tekad sayah akan terus kami dorong agar para guru memiliki wadah untuk menyampaikan aspirasinya, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan profesionalisme. Semua itu demi kemajuan pendidikan, khususnya di Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang,” ujarnya usai Konferensi PGRI Cabang Kecamatan Munjul.

Ia juga menekankan kepada guru yang belum tergabung dalam keanggotaan PGRI segera bergabung, hal ini agar ketika ada persoalan PGRI bisa membantu, tentunya permasalahan di PGRI ini banyak yang harus kita benahi,

“Banyak permasalahan yang berkaitan dengan tugas pokok guru, baik yang berasal dari eksternal maupun internal. Sebagian dari mereka tidak tahu harus mengadu ke mana. Karena itu, kami berharap para guru yang belum menjadi anggota PGRI dapat segera bergabung,” jelasnya.

Rosad menambahkan, pihaknya juga berharap PGRI dapat menjadi organisasi kolaboratif yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang khususnya Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahrag ( Dindikpora) agar setiap permasalahan di sekolah dapat diselesaikan bersama dengan solusi terbaik.

” Tentunya sayah berharap ketika ada persoalan di tubuh PGRI kita selesaikan dengan baik, dengan kekompakan dan kebersamaan semua bisa selesai dengan baik, PGRI adalah milik guru dan kita harus menjaga reputasi dan Marwah guru, menjalin kerjasama dengan semua pihak agar roda organisasi berjalan kita akan jalin 3 K, kordinasi, komunikasi dan kolaborasi, ini adalah kunci kekompakan dan kebersamaan dalam organisasi,” pungkasnya