Akibat Pengurugan Lahan Perusahaan, Lahan Pertanian Masyarakat Desa Gunung Batu Rusak

1.032 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID PANDEGLANG – Masyarakat Desa Gunung Batu mengeluhkan dengan aktivitas pengurugan perataan Lahan proyek yang di duga Milik ( Susanto, red) yang rencana akan di bangun kandang ayam petelur, dengan banyaknya areal pesawahan warga yang tertimbun, oleh tanah urugan, hal tersebut terungkap ketika Himpunan Mahasiswa Islam HMI Cabang Pandeglang mewakili masyarakat melakukan Audensi di Kantor Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang.

Audensi di terima oleh Camat Kecamatan Munjul Aan Suandi, Kades Gunung Batu Ata Kusmana, Kapolsek Munjul AKP Apuy, dengan di kawal oleh anggota Polres Pandeglang,

Fikri Anizar Ketua Cabang HMI Pandeglang sekaligus mewakili masyarakat mengatakan, Audensi ini untuk menyampaikan keluhan beberapa masyarakat, yang lahannya tertimbun oleh longsoran Tanah urugan dari lahan Milik Susanto,red, adapun luas yang terkena imbas dari urugan sekitar 8 hektar milik 9 orang, itu yang tercatat, tapi masih banyak yang belum tercatat.

” Kedatangan kami ini mewakili masyarakat yang lahan pesawahannya terkena urugan, tuntutan kami adalah adanya ganti rugi lahan, adanya normalisasi selokan yang tertimbun tanah, kemudian supaya berpungsi lagi jalan yang dulu di bangun oleh pihak PTP perkebunan, namun sayang pemilik lahan hari ini tidak bisa menemui kami,” ungkapnya,

Hasilnya tadi di buat berita acara kesepakatan bahwa akan di lakukan pengecekn ke lokasi lahan masyarakat, nanti Muspika Kecamatan Munjul dengan masyarakat pemilik lahan akan turun ke lokasi berapa luas dan berapa orang masyarakat yang di rugikan, kemudian akan di hitung kerugiannya.

” Nanti kita akan turun bersama Pa Camat dan Kapolsek, untuk turun ke lokasi, untuk menghitung berapa keruhian masyarakat, kalau pihak Pa Susanto,red, tidak mau mengganti kerugian masyarakat kami HMI Cabang Pandeglang Akan menempuh jalur Hukum,” tegas Fikri

Sementara Camat Kecamatan Munjul Aan Suandi, terimakasih kepada masyarakat yang di dampingi HMI, telah datang ke kami, keluhan semua masyarakat kami tampung, dan hasil audensi tadi kita sepakat, untuk mengecek ke lokasi, berapa hektar yang terurug, pemiliknya berapa orang fan siapa saja, dan berapa kerugian masyarakat.

” Kita akan itung berapa kerugian masyarakat yang di akibatkan imbas pengurugan tanah pihak Pa Susanto, dan akan kita ajukan ke pihak Pa Susanto, dan dia harus ganti rugi semua kerugian yang di alami masyarakat, apalagi mereka kan ijinnya juga belum keluar, karena terbentur Tata ruang wilayah, memang tidak ada halangan kalaupun ijin belum keluar perataan tanah di lakukan itu sah-sah saja,” papar Camat,