Akses Jalan Jadi Sorotan, Pemkab Garut Siapkan Pengembangan Curug Sanghyang Taraje

748 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID,  GARUT  – Potensi Curug Sanghyang Taraje di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Garut. Selain memiliki panorama alam yang menjadi daya tarik wisatawan, kawasan tersebut dinilai berpeluang dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan daerah.

Advertisement

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meninjau langsung Curug Sanghyang Taraje pada Sabtu (1/8/2026). Dalam kunjungan itu, ia melihat kondisi kawasan sekaligus mendengarkan aspirasi pengelola terkait kebutuhan fasilitas penunjang wisata.

Syakur menilai keindahan alam Curug Sanghyang Taraje merupakan aset pariwisata yang harus dijaga. Karena itu, pengembangan kawasan tidak boleh dilakukan secara berlebihan hingga menghilangkan karakter alam yang menjadi daya tarik utamanya.

Menurutnya, sektor pariwisata juga dapat dikembangkan beriringan dengan kegiatan olahraga melalui konsep sport tourism. Pengelolaan yang tepat diyakini dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata.

“Ini konon salah satu yang tercantik di Jawa Barat. Bahkan mungkin di Indonesia. Ini harus kita pelihara, kita jaga, dan kita kembangkan sehingga memberikan dampak yang baik kepada masyarakat,” kata Syakur.

Pemkab Garut, kata dia, akan mempertimbangkan kebutuhan pembangunan infrastruktur dengan kemampuan keuangan daerah. Namun, pengembangan objek wisata tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pemerintah kabupaten.

Kolaborasi dengan pemerintah desa, pengelola serta masyarakat sekitar dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kawasan wisata secara berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong adanya kontribusi masyarakat melalui pemenuhan kewajiban pajak yang nantinya dapat dikembalikan dalam bentuk pembangunan fasilitas.

“Ke depan saya berharap mereka akan membayarkan BPJT-nya (pajak) dan kita akan kembalikan dalam bentuk sarana pembangunan fasilitas. Tanpa mereka membayar pun kita sudah bangun, apalagi kalau membayar,” ujarnya.

Sementara itu, Pengelola Curug Sanghyang Taraje Deni Tamrin mengatakan, kebutuhan utama yang saat ini diharapkan dapat segera ditangani adalah akses menuju lokasi wisata.

Ia menyebutkan, terdapat sekitar 2,5 kilometer ruas jalan dari jalan desa menuju kawasan Curug Sanghyang Taraje yang membutuhkan pembenahan. Selain kondisi jalan, penerangan juga menjadi fasilitas yang diharapkan dapat ditingkatkan demi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung.

Deni menegaskan, pengelola tetap ingin mempertahankan konsep wisata berbasis alam. Menurutnya, tidak diperlukan pembangunan yang terlalu banyak karena keindahan Curug Sanghyang Taraje sendiri sudah menjadi modal utama untuk menarik wisatawan.

“Konsepnya memang dengan alam apa adanya. Ini sudah bagus. Yang kami mohon kepada Pak Bupati terutama infrastruktur jalan, akses jalannya,” tutur Deni.

Ia mengungkapkan, kunjungan wisatawan ke Curug Sanghyang Taraje cukup tinggi, khususnya saat akhir pekan. Tidak hanya wisatawan lokal, keindahan air terjun tersebut juga telah menarik wisatawan mancanegara, termasuk dari Australia dan Prancis.

Dengan peningkatan aksesibilitas serta dukungan lintas pihak, Curug Sanghyang Taraje diharapkan mampu berkembang tanpa kehilangan keasrian alamnya. Pengembangan tersebut sekaligus diharapkan membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat Pamulihan.