Aksi Teror Dan Bom Bunuh Diri Perbuatan Konyol Kata Mantan Napiter, Ini Penjelasannya

374 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID,PANDEGLANG – Menyikapi aksi teror yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia oleh kelompok jaringan teroris yang melibatkan perempuan dan anak-anak, eks narapidana kasus terorisme (napiter) asal Pandeglang, Banten, Zaenal Mutakin, menyebut aksi tersebut merupakan aksi yang konyol dan bodoh.

Pria yang kini menajabat Ketua Ring Perdamaian Banten mengatakan, dengan membawa bawa ajaran Islam dalam melakukan aksi teror, itu sama sekali tidak dibenarkan. Karena Islam itu damai dan islam itu tidak arogan.

Advertisement

Zaenal Mutaqin mengatakan, pernah terlibat aksi terorisme pada 2009 lalu. Karena aksinya yang dianggap tidak sejalan dengan pemerintah dan syariat Islam. Di balik jeruji besi, Zaenal dan kawan-kawan akhirnya sadar bahwa memang benar aksi mereka itu salah.

“Aksi teror yang dilakukan oleh para muhasabah atau mawas diri dan kita bisa mendekatkan diri kepada Allah dan harus setulus mungkin karena Allah taala. aksi teror yang dilakukan oleh mereka tidak berdasarkan patokan ilmu yang mereka dapat karena jika sudah dilandasi dengan ilmu yang baik kita tidak akan sesat,” tutur Zaenal, Sabtu 3 April 2021.

Menurut dia, bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang baik dan jangan salah kaprah dan terlalu mudah memvonis orang. Zaenal meminta kepada mereka yang melakukan aksi teror segera kembali ke jalan yang benar jangan membuat aksi teror yang meresahkan banyak orang.

Berbekal ilmu tersebut zaenal dan kawan-kawannya sebanyak 20 orang eks napiter di Pandeglang, akhirnya membentuk Ring Perdamaian Banten. Yayasan tersebut bertujuan ntuk memutus mata rantai aksi-aksi teror yang mengatasnakamakan agama yang meresahkan banyak orang.

Dirinya mengajak, masyarakat dan rekan seperjuangan untuk mendukung program prioritas Kapolri serta upaya menangkal penyebaran paham radikalisme.

” Terorisme dan intoleran di tengah proses upaya pencegahan wabah virus corona atau Covid-19 di Banten melalui media sosial (medsos), terutama menjelang Ramadan 1442 Hijriah agar situasi kamtibmas yang kondusif dan aman,” pungkasnya.