Angin Barat Datang Nelayan Panimbang Merugi

17.165 dibaca

PANDEGLANG, BuanaJabar.com – Para nelayan yang berada di wilayah Kecamatan Panimbang mengeluh dan hanya mampu mengelus dada, pasalnya mereka tidak bisa melaut akibat cuaca buruk yang biasa mereka sebut angin barat. Akibat angin barat yang datang tiba-tiba ini juga banyak perahu dan bagang (Keramba) yang rusak

Menurut seorang nelayan yang tinggal tak jauh dari pesisir pantai, di wilayah perkampungan nelayan, Desa Panimbang jaya Kecamatan Panimbang. Angin barat datang seminggu yang lalu, merusak tak kurang 25 bagang dan perahu milik nelayan, kerugian yang alami mereka pun berkisar antara lima hingga puluhan juta rupiah.

Advertisement

Namun sangat disayangkan, tak semua nelayan yang ada di Panimbang ini bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. Menurut nelayan, hanya kelompok nelayan yang sudah terdaftar alan mendapat bantuan

” Kami tidak pernah mendapatkan bantuan, dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pandeglang. Kerugian yang saya alami 20 sampai 35 juta karena punya saya rusak parah sehingga harus di bikin total dari awal, bantuan dari Pemerintah tidak pernah di dapat, karen saya tidak gabung dalam kelompok, padahal kami juga sama masyarakat yang perlu bantuan dari pemerintah,” ujar Warkim (40) seorang nelayan, yang Bagangnya tak luput dari terjangan angin.

Warkim dan rekan-rekannya sesama nelayan, sangat menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan tidak adil. Menurutnya pemerintah juga harus membantu mereka yang belum tergabung kedalam kelompok, bukan hanya yang sudah terbentuk kelompok nelayan saja.

Sementara itu Kepala Desa Panimbangjaya, Mulyadi, saat di konfirmasi mengenai permasalahan ini, membenarkan tentang kejadian dan musibah yang di alami warganya itu.

“Kejadian ini diluar dugaan kami, karena biasanya angin barat datang di bulan September, namun kali ini datang lebih awal,” kata Mulyadi.

Mulyadi mengaku, hampir 90% penduduk yang ada diwilayah kerjanya adalah nelayan, ketika datang musibah seperti ini warga di desanya cukup kesulitan mencari mata pencaharian lain dan butuh bantuan pemerintah.