Asian African Carnival 2018, Merayakan Kebersamaan Dalam Perbedaan

17.664 dibaca
Festival Asian African Carnival 2018 sebagai Puncak acara peringatan ke-63 Konfrensi Asia Afrika, Sabtu, 28 April 2018. (BUANA INDONESIA NETWORK/Dini Kamilani)

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Kemeriahan Festival Asian African Carnival 2018 sebagai Puncak acara peringatan ke-63 Konfrensi Asia Afrika menampilkan Puluhan atraksi dari berbagai daerah baik, lokal maupun mancanegara turut memeriahkan yang berlangsung di sekitar Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Diikuti oleh 15 Negara diantaranya, Thailand, lndia, Australia, Polandia, England, Ukraine, Italia, Somalia, Madagaskar, Tajikistan, Azerbaizan, Japan, Belanda, dan Vietnam.

 

Advertisement

Melalui Asian African Carnival 2018, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung kembali membawa kita semua untuk mengingat dan merayakan kebersamaan dalam perbedaan, sinergitas dalam ke-bhinekaan, dan kekuatan dalam keberagaman.

 

Festival resmi dimulai dengan ditandai pemukulan Gong oleh pjs Walikota Bandung, Muhammad Sholihin sekitar pukul 13.56 Wib, Sabtu 28 April 2018, Puluhan atraksi yang ditampilkan dimulai dari iring-iringan kuda yang dinaiki oleh Marching band,  penampilan adik adik dari SD Ar Rafiq, arak-arakan sepeda motor, atraksi bela diri asal korea taekwondo, dan berbagai penampilan lainnya.

 

Asian African Carnival sendiri sudah menjadi sebuah event unik Kota Bandung, dimana para perwakilan dari daerah asal masing masing (Negara Sahabat, Sister Cities, Provinsi, Kota dan Kabupaten) berjalan mengelilingi kawasan jalan Asia Afrika sambil menggunakan pakaian daerah atau kostum kostum unik lainnya.

 

Selain itu dalam kegiatan ini diadakan juga sayembara yang dibuka untuk umum, dimana masyarakat yang hadir dalam acara carnival berkesempatan mendapatkan hadiah menarik.

 

Sehari sebelumnya, Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung Yayan A. Brillyana mengatakan, acara ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung menggelorakan semangat Konferensi Asia Afrika. Semangat persatuan, kemerdekaan, dan perdamaian yang ingin terus digelorakan ke seluruh penjuru dunia akan terpancar dari perayaan ini.

 

“Even ini menguatkan posisi Kota Bandung sebagai Ibukota Asia Afrika, Bandung adalah kota dunia yang menyimpan sejarah yang amat penting. Karena konferensi itu, puluhan negara-negara di Asia dan Afrika terinspirasi untuk memperjuangkan kemerdekaan mereka,” ujar Yayan.