Bupati Garut Pimpin Doa Serentak, Ajak Warga Hadapi Musibah dengan Keteguhan dan Kepedulian

238 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Di tengah berbagai musibah yang terjadi di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Garut menggelar istighosah serentak sebagai upaya memperkuat ikhtiar spiritual sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Advertisement

Kegiatan doa bersama tersebut dipimpin Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Masjid At-Tauhid, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (14/10/2026).

Istighosah ini dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Kabupaten Garut dengan melibatkan sejumlah unsur masyarakat. Partisipasi datang dari lingkungan pemerintahan, sekolah, madrasah, pondok pesantren, hingga majelis taklim di tingkat kecamatan dan desa.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turut mengikuti kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, doa dan zikir bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon perlindungan Allah SWT dalam menghadapi berbagai persoalan dan ketidakpastian.

Menurut Syakur, perkembangan situasi dunia saat ini berlangsung begitu cepat dan menghadirkan beragam tantangan. Konflik bersenjata di sejumlah negara tidak hanya menimbulkan persoalan kemanusiaan, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Dampaknya dapat merembet pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga komoditas, hingga kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Selain mencermati perkembangan internasional, Pemkab Garut juga memberikan perhatian terhadap berbagai musibah di dalam negeri dan daerah. Kebakaran hutan dan lahan, kebakaran pasar tradisional di sejumlah wilayah, serta kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing menjadi beberapa peristiwa yang turut menjadi perhatian.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi musibah membutuhkan kesiapan berbagai pihak, baik melalui langkah penanganan nyata maupun penguatan mental dan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan istighosah, Pemkab Garut mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Tuhan, serta mempererat kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya membangun kepedulian dan solidaritas antarsesama, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit. Kewaspadaan terhadap potensi bencana dan kesiapan membantu warga terdampak dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dengan terselenggaranya doa bersama secara serentak, Pemkab Garut berharap masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian, sekaligus mampu menjaga persatuan di tengah dinamika yang terjadi di tingkat daerah maupun dunia.