BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bupati Garut H Rudy Gunawan menghadiri acara ” Tanam perdana bersama Bapak Bupati Pengembangan budidaya Bawang Putih kerjasama PT Aghra Putra Semesta dengan Koperasi Usaha Bersama ( KUB ) Maqbul Tani ” yang berlokasi desa Cigadog kecamatan Sucinaraja kabupaten Garut, Jumat 10 Mei 2019.
Bupati Garut menyampaikan, Cigadog merupakan salah satu sentra penghasil Bawang Putih sejak dulu, kejayaan Cigadog sebagai sentra petani Bawang Putih tenggelam kala terkena dampak Abu vulkanik meletusnya Gunung Galunggung tahun 1982.
” Saat ini merupakan waktunya kembali meraih kejayaan petani Bawang Putih yang dilakukan oleh petani- petani muda desa Cigadog”, kata Bupati Garut.
Lanjut Bupati Rudy, peluang pemasaran Bawang Putih di Indonesia masih sangat bagus, kebutuhan Bawang Putih se Indonesia baru terpenuhi 14% petani lokal, sisanya impor.
” Jadi peluang inI dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani – petani yang ada di kabupaten Garut, saat ini petani – petani di kecamatan wilayah Garut sudah mulai banyak yang menanam Bawang Putih, Cikajang, Leles , Cilawu dan sekarang di Sucinaraja”, ungkapnya.
Rudy berharap, kerjasama antara importir seperti PT Aghra saat ini sangat bagus, ini bisa dimanfaatkan oleh petani – petani kita.
” Mudah – mudahan ke depan kerjasama ini terus ditingkatkan guna kesejahteraan petani – petani yang ada di Garut”, harapnya.
Mugni ketua KUB Maqbul Tani, melihat potensi pemasaran kebutuhan Bawang Putih yang terbuka lebar mengingat kebutuhan Bawang Putih di Indonesia masih besar.
” Cigadog merupakan petani Bawang Putih sejak dulu sebelum musibah Gunung Galunggung meletus tahun 1982, kini sebagai petani muda kami akan kembali mengiatkan para petani Bawang Putih, dan menjadi pemasok bagi kebutuhan Bawang Putih di Indonesia”, ujar Mugni.
Sementara itu Ristanto Sumarsono Direktur PT Aghra Putra Semesta menyampaikan, sebagai bentuk kewajiban importir dalam tanam petani Bawang Putih, pihak nya bekerjasama dengan petani Garut , saat ini di Cigadog kita bantu petani mulai dari bibit hingga pupuk dengan rencana tanah 42 Ha di wilayah Sucinaraja.
” Terima kasih atas respon baik Pemkab Garut yang telah memberikan restu untuk bekerjasama dengan Petani menanam Bawang Putih” ucapnya.










