Cipayung Plus Akan Gelar Aksi Besar Besaran

6.613 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – Naiknya harga BBM membuat beban masyarakat semakin berat, sehingga menyulut mahasiswa di semua Daerah bergerak mengadakan aksi unjuk rasa, di Kabupaten Pandeglang Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Pandeglang bakal  menggelar aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi, di tingkat Daerah.

Hal tersebut terungkap saat sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar konsolidasi di salah satu Rumah Makan di Kecamatan Saketi, Pandeglang, pada Rabu 7 Swptember 2022.

Advertisement

Ketua DPC GMNI Pandeglang Tb Muhammad Afandi mengatakan, bahwa berdasarkan hasil konsolidasi seluruh mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus telah sepakat untuk menggelar aksi di daerah.

“Hasil dari konsolidasi tadi semua OKP yang tergabung dalam Cipayung Plus Pandeglang seperti GMNI, IMM, LMND, PMII dan HMI sepakat untuk melaksanakan aksi unjuk rasa penolakan BBM di tingkat Daerah,” ungkappria yang akrab di sapa Tb.

“Sementara untuk teklap dan waktu pelaksanaan aksi masih belum diputuskan. Adapun titik aksi akan dilaksanakan di tiga titik diantaranya yaitu Gedung DPRD, Tugu Jam dan Pendopo Bupati Pandeglang,”sambungnya.

Dikatakan Tb, saat ini kenaikan harga BBM bersubsidi memang menjadi fokus perhatian publik, mengingat penetapan kebijakan ini sangat kurang tepat jika diterapkan pada situasi yang belum stabil pasca pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Tentunya ini menjadi fokus perhatian publik, karena penetapan kebijakan kenaikan harga BBM ini sangat tidak tepat dan memberatkan masyarakat. Kami sebagai agen control sosial harus menyuarakan aspirasi masyarakat,”ungkapnya.

Menurutnya, adanya program Bantuan Langsung Tunai (BLT)  BBM pun bukan merupakan suatu solusi yang konkrit mengingat bantuan tersebut hanya bersifat sementara.

“Bantuan BBM ini hanya sementara, dan bukan suatu langkah yang konkrit. Maka sebagai mahasiswa kita perlu putuskan langkah atau sikap yang akan kita ambil,”ujarnya.

Senada dengan Tb, Ketua IMM Pandeglang Sadin mengatakan, dengan ditetapkannya kebijakan kenaikan harga BBM ini tentu akan menimbulkan dampak terhadap kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan akan membuat kaum proletar menjadi lebih menderita.

“Kebijakan kenaikan harga BBM ini tentu akan menimbulkan imbas terhadap kenaikan harga sejumlah bahan pokok, dan ini akan semakin membebani masyarakat,”kata Sadin.

Untuk itu pihaknya sepakat untuk turun kejalan menyatakan sikap penolakan, bersam dengan massa GMNI, LMND, PMII dan HMi.

>”Kami dari IMM telah bersepakat untuk turun kejalan,”tandasnya.