Cuaca Buruk, Nelayan Pandeglang Gigit Jari

18.821 dibaca
Cuaca buruk dalam 1 bulan terakhir ini tak hanya berdampak pada sulitnya nelayan mencari ikan, namun pada semua sektor ekonomi di daerah yang ekonominya menggantungkan dari hasil laut. Tempat Pelelangan Ikan Citeureup Pandeglang ini contohnya, sepi dan aktivitas perekonomian nyaris lumpuh

PANDEGLANG,  Buanaindonesia.com –
Cuaca buruk dan gelombang laut yang  mencapai ketinggian 1 meter hingga 3 meter para nelayan di Citeureup Pandeglang kesulitan mencari ikan.

 Ade salah seorang nelayan pada sabtu,  23 Juli 2016 mengatakan keluhan nelayan sangat beralasan karena cuaca buruk ini sudah terjadi 1 bulan terakhir ini.

Advertisement

” Kejadian ini sudah berjalan satu bulan, terhitung sejak bulan juni- juli,  ” kata Ade.

lebih lanjut dikatakan Ade kendati cuaca buruk dirinya tetap melaut

” Kami tetap melaut, walau kondisi cuaca sangat buruk. Alasan kebutuhan,dan yang penting asal kembali modal saja” ucapnya.

Jika memperoleh hasil, nelayan selalu merugi karena setiap operasional nelayan modal awal harus mempersiapkan i bahan bakan solar  sebayak 40 liter ditambah oli sebanyak 1 liter itu samua sekali berangkat.

” Namanya untung-untungan kadang berhasil dan sebaliknya kadang semua itu belum tentu akan kembali modal. ” Keluh Ade

Hal senada juga dikatakan Iis sabihis meneger TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ) Citeureup.  Kata Iis dengan kondisi cuaca yang ektrim ini sangat berdampak bukan saja nelayan pada para pedagang bakulan

” Dan tentunya  Retribusi nihil. Sementara yang telah berjalan setiap hari kerja retribusi ke TPI bisa mencapai dari kisaran sebesar 2 juta hingga 3 juta. Namun melihat kondisi seperti ini untuk kantor pun nihil.” Jelas Iis