Di Ngagibah , Bupati Ungkap Rencananya Bangun Wisma Mahasiswa Unpad Asal Garut

10.033 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bupati Garut, Rudy Gunawan membuka Program Ngagibah. Ini adalah sebuah program yang diinisiasi kelompok mahasiswa UNPAD. Dalam kesempatan ini, bupati mengungkapkan rencana Pemkab Garut yang akan membangun wisma bagi para mahasiswa UNPAD asal Garut.

Kata Rudy, sebagai alumni Universitas padjajaran dirinya merasa bangga dengan apa yang dilaksanakan saat ini oleh para mahasiswa asal Garut dalam mengisi waktu luang saat Ramadhan dengan memilih belajar bersama bahasa asing dan daerah dalam program “Ngagibah” ini. Ngagibah adalah kependekan dari ‘ngabuburit’ ngabagi ilmu Bahasa. Adalah Himpunan Mahasiswa Garut (HIMAGA) Padjajaran yang menginisiasi ini. Gedung pendopo kabupaten Garut, Minggu 28 Mei 2017 dipilih menjadi tempat dan waktu meresmikan ngagibah ini.

Advertisement

Ditambahkan Rudy, sebagai generasi muda Garut kemajuan yang diharapkan oleh masyarakat garut berada di para mahasiswa  ini,

” Jadi ilmu yang di dapat saat ini semoga bisa di implementasikan untuk kemajuan Garut mendatang, ” kata Rudy

Rudi juga menyampaikan bahwa untuk  meringankan beban para orang tua yang menyekolahkan anaknya di Unpad pemda telah bekerjasama dengan Unpad untuk membangun Wisma Garut guna menampung para mahasiswa Garut sehingga nantinya para mahasiswa disana

” Tidak perlu lagi mencari kost kostan yang biayanya sangat besar dalam satu tahunnya. Melalui pembangunan wisma di komplek Unpad para mahasiswa asal Garut bisa menggunakan tempat tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya besar cukup membayar uang kebersihan dan pembayaran listrik, Insya Allah tahun ini kita bangun dengan tanah hibah yang diberi oleh unpad,” ujar Rudy di akhir sambutannya

Program yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Garut (Himaga) Padjadjaran dengan nama unik, “Ngagibah”, atau singkatan dari Ngabuburit Ngabagi Ilmu Bahasa mendapat respon positif yang positif, terbukti dengan peserta yang sekian tahun bertambah, saat ini diikuti lebih dari 150 mahasiswa dan pelajar Garut yang ada di Garut dengan  program belajar bahasa dan budaya Rusia, Jerman, Inggris, Jepang serta Sunda.