BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Menyusul adanya hasil Test PCR dengan hasil Reaktif ( KC 4 ) atas Pasien yang telah meninggal pada tanggal 1 April 2020 warga kecamatan Cigedug, tim Gugus Tugas Covid – 19 langsung melaksanakan Tracing di kecamatan Cigedug pada hari Selasa 21 April 2020.
” Tracing dan tracking, tanggal 21 April 2020 kepada kontak erat risiko tinggi di 2 lokasi di Kecamatan Cigedug dan Cisurupan dengan jumlah OTG sebanyak 91 orang, selanjutnya dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil semuanya dinyatakan NON REAKTIF, kendati demikian, masih terdapat OTG yang belum tracing, yaitu 6 orang di Kecamatan Banjarwangi dan 3 orang di Cisompet. Dalam waktu dekat ini, akan segera dilakukan rapid test, melihat dari kronologis perjalanan KC 4 ” terang Ricky R Darajat, Jubir Informasi dan Koordinasi Covid – 19.



Dikatakan Ricky, Adanya keterlambatan dalam penetapan statusnya sebagai terkonfirmasi
Positif, hal tersebut melalui serangkaian penantian selama 18 hari.
” Sebetulnya, sekitar 1 minggu pasca pengiriman sampel swab sudah ada hasilnya, namun belum dapat disimpulkan (In-conclusion), sehingga perlu dilakukan test PCR ulang yang membutuhkan waktu lagi. Dan baru tanggal 20 April kemarin sekitar Pukul 17.30 hasilnya dapat diketahui sebagai kasus konfirmasi POSITIF” tuturnya.
Dengan demikian sambungnya, hingga hari ini, kasus KC di kabupaten Garut bertambah 1 Kasus menjadi 4 Kasus, 2 Kasus masih dalam perawatan RSUD Dr Slamet dan 1 Kasus perawatan mandiri. Sementara total kasus Covid 19 sampai hari ini (OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi +) sebanyak 2.622
kasus.
” OTG : 316 orang, dimana 150 masih dalam tahap observasi dan 166
selesai masa observasi.
ODP : 2.156 kasus (77 kasus masih pemantauan, 3 dalam perawatan,
dan 2.096 selesai pemantauan dimana 8 diantaranya meninggal).
PDP : 35 kasus (2 kasus sedang dalam perawatan dan 33 kasus selesai pengawasan dimana 6 diantaranya meninggal)
Konfirmasi + : 4 kasus terdiri 2 dalam perawatan di RSUD dr Slamet, 1 kasus Isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium.
Jumlah ODP yang terdeteksi hari ini di fasilitas kesehatan, yaitu sebanyak 21 kasus” pungkasnya










