Disdikpora Pandeglang Gandeng PWI-SMSI, Untuk Tingkatkan Literasi Digital Bagi Pelajar

425 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang menjajaki kolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk memperkuat literasi digital dan kegiatan olahraga pelajar.

Program tersebut menyasar siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Kegiatan yang direncanakan meliputi edukasi literasi media, pengenalan jurnalistik, serta pengembangan olahraga sepak bola dan futsal.

Advertisement

Kepala Disdikpora Pandeglang, Sutoto, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan organisasi pers dapat membantu menyampaikan informasi pembangunan dan program prioritas pemerintah kepada masyarakat.

“Alhamdulillah saya sangat berterima kasih. Dengan bersinergi dan berkolaborasi bersama media, khususnya rekan-rekan PWI dan SMSI, tentunya kita bisa menginformasikan progres pembangunan yang menjadi program prioritas Bupati Pandeglang,” kata Sutoto, Rabu (21/10/2026).

Ia menegaskan, Disdikpora terbuka terhadap kerja sama yang mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan dan olahraga.

“Ke depan, insyaallah kita siap berkolaborasi dalam program-program prioritas pemerintah. Program tersebut bisa kita publikasikan, dan ada juga kegiatan yang dapat dikerjasamakan langsung dengan Disdikpora,” ujarnya.

Salah satu fokus kerja sama ialah meningkatkan literasi digital pelajar. Edukasi ini dinilai penting agar siswa mampu memilah informasi, membedakan fakta dan opini, serta mengenali berita bohong yang beredar di internet maupun media sosial.

Melalui keterlibatan insan pers, siswa juga berpeluang mengenal dasar-dasar jurnalistik dan memahami penggunaan media digital secara bijak serta bertanggung jawab.

Selain literasi, Disdikpora membidik kerja sama di bidang olahraga, terutama sepak bola dan futsal. Program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan minat dan bakat sekaligus membuka peluang pembinaan atlet sejak usia sekolah.

“Selain literasi, ada program yang bisa dikerjasamakan dengan Dinas Pendidikan, yaitu berkaitan dengan literasi para siswa dan juga keolahragaan,” ungkapnya.

Meski demikian, kolaborasi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui perencanaan yang jelas agar tidak berhenti pada sebatas wacana. Sasaran peserta, bentuk kegiatan, dan mekanisme pelaksanaan perlu disiapkan supaya program benar-benar menyentuh kebutuhan pelajar.

Sutoto berharap, sinergi dengan PWI dan SMSI dapat memperluas edukasi literasi digital sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di sekolah.

“Dampak nyata terhadap kemampuan dan prestasi siswa nantinya menjadi tolok ukur keberhasilan kerja sama ini,” pungkasnya.