Dodi : Tidak Ada yang Susah, Paling Pola-polanya.

12.382 dibaca
kegiatan bersih-bersih sampah di sungai Cibeureum.

BUANAINDONESIA.CO.ID , Kota Bandung – tidak ada yang instan dalam mewujudkan lingkungan yang nyaman semua membutuhkan proses, seperti yang di lakukan kelurahan Maleber yaitu kegiatan Citarum Lestari Harum.

“Yang tadi programnya Citarum Lestari Harum mudah-mudahan keliatannya kegiatan awal memang di ceremonialkan dulu bentuk apel partisipasi warga masyrakat kolaborasi dengan kelurahan Campaka program Citarum ini sudah rutin di laksanakan mulai dari program yang sudah ada di SKPD di kecamatan program jelas yaitu jum’at eksekusi limbah sungai senantiasa tiap hari jum’at kita maksimalkan kita bekerja untuk membersihkan sungai-sungai khususnya di sungai yang besar yaitu sungai Ciberem”. Tutur Dodi Mochamad Romdhon selaku lurah kelurahan Maleber.

Advertisement

Program kegiatannya selain bersih-bersih ada juga bentuk inovasi yaitu menggunakan ban dalam proses kegiatan tersebut, karena menyusuri sungai yang kurang lebih 1 KM, dan bervariasi kedalaman sungai sehingga antisipasi menjaga dari pada keselamatan maka pihak kelurahan menjaga keamanannya dengan semaksimal mungkin.

“khususnya ada jembatan yang di sebutnya batas kota keliatannya dalem pas masuk kedalem ya mau tidak mau memang bisa pakai pelampung mangkanya pakai ban ban tadi itu bentuk inovasinya”. Tambah Dodi.

Selanjutnya beliau menambahkan bahwa dapat dilaksanakan kegiatan bersih-bersih khususnya mengambil sampah yang masih ada dan mudah-mudahan besok lusa sama sekali clear tidak ada sampah apapun.

“Saya pun punya program untuk septic tank komunal yang masalah kendala dari pada biaya yang insyaAlloh sudah di netralisir di sampaikan kepada dinas terkait jika menginginkan bentuk CSR saya juga bersyukur alhamdulillah ya kalau seandainya ada perusahaan akan membantu untuk CSR nya”. Lanjut Dodi.

Sementara Dodi menambahkan bahwa biostar untuk urusan kompos telah memberi pelatihan terhadap warga maka tinggal warga masyrakatnya yang mau memilah-milah sampah organik dan non-organik. Jum’at, 2 Maret 2018.

“Ada juga instekterator pembakaran sampah jika tidak memungkinkan karena polusi ya jangan sampe dilanjutkan karena apa yang tau ilmunya bukan saya, kenapa bisa dibangun instekterator itu pembakaran sampah langkah-langkahnya yang penting pola fikir warga masyrakat ya dengan alesan kendala apapun ya mudah-mudahan nanti ada satu solusi”. Lanjut Dodi.

“Urusan sampah ya kalau tempat sampah kurang atuh kita perbanyak tempat sampah untuk pengambilan nanti koordinasi dengan PD kebersihan tidak ada yang susah paling pola-polanya saja yang paling susah kan itu, senantiasa ingin kaya otomastis di sulap, ya yang namanya disulap manusia kan butuh proses”. Ungkap Dodi.

Sementara tadi melibatkan Babinsa, dan jajaran Lkk (lembaga kemasyarakatan kewilayahan) mulai dari LPM, RW, kepala pengurus RW, karang taruna, PKK ya warga masyarakat baik muda maupun tua yang ada disepanjang bantaran sungai Cibeureum khususnya di kelurahan Maleber RW.3, RW.4, RW.6, dan ada tetangga RW.5.

“Ada partisipasi dari warga masyarakat memang belum secara keseluruhan ya saya juga memiliki kendala-kendala kita upayakan terus saya senantiasa memaksimalkan ya tugas dari pada program Citarum ini harus sukses dan antusias masyarakat kalau liat tadi sedikit demi sedikit direspon ada perkembangan cuman tadi saya sampaikan lagi tidak semudah membalikan telapak tangan mudah-mudahanlah kita upayakan”. Lanjut Dodi.

Lurah kelurahan Maleber berharap sungai khususnya sungai Cibeureum dapat multifungsi.

“Harapan kedepan ya mudah-mudahan Citarum khususnya di sungai Cibeureum selain multifungsi keliatannya disini sungai sebagai mata air kehidupan sungai disini tempat rekreasi dan sungai juga insyaAlloh juga menjadikan suatu pokok dalam kehidupan mau tidak mau muara dalam hal apapun juga manusia ingin pintar kata pak Pangdam harus mengkonsumsi minuman yang bersih inshaaAllah pinter saya ingin itu saja tidak muluk-muluk khususnya buat kelurahan Maleber”. Tutup Dodi.

P01