Dorong Daya Saing Industri Kulit, Pemkab Garut Bangun Kolaborasi dengan IPB dan AIC

2.941 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Pemerintah Kabupaten Garut terus berupaya memperkuat sektor industri unggulan daerah, salah satunya industri kulit, melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Upaya tersebut ditandai dengan pertemuan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama delegasi IPB University dan Direktur Australia-Indonesia Centre (AIC) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kamis (5/3/2026).

Advertisement

Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi strategis untuk mendorong pengembangan industri kulit Garut agar memiliki daya saing yang lebih kuat serta mampu menembus pasar internasional.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan para akademisi dan mitra internasional tersebut. Ia menjelaskan bahwa AIC merupakan lembaga kolaborasi yang melibatkan sekitar 10 universitas terkemuka, termasuk IPB University, yang kini memberikan perhatian terhadap potensi industri di Kabupaten Garut.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan mitra global menjadi langkah penting untuk menghadirkan inovasi serta solusi dalam pengembangan industri kulit di daerah.

“Kami berdiskusi mengenai pengembangan sektor industri di Kabupaten Garut, dengan fokus utama pada industri kulit. Saya optimistis kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV IPB University Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni, Iskandar Z. Siregar, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut juga bertujuan membahas konsep pengembangan bertajuk Integrated Industrial Development.

Ia mengatakan, tim IPB akan melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap berbagai tantangan yang dihadapi industri kulit saat ini. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan strategi penguatan sektor industri dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Sebagai tindak lanjut, IPB bersama AIC berencana menggelar kick-off meeting berupa workshop yang akan menghadirkan sejumlah pihak terkait untuk menyusun strategi pengembangan industri kulit Garut secara terpadu.

Direktur Australia-Indonesia Centre (AIC), Kevin Evans, mengungkapkan bahwa potensi agrobisnis di Garut, termasuk kualitas kulitnya, telah lama dikenal dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih jauh.

Ia menilai kolaborasi antara AIC dan IPB dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali industri kulit Garut melalui dukungan teknologi, jaringan pemasok, serta akses ke pasar global.

“Kami melihat peluang besar untuk memperkuat sektor industri kulit agar dapat menjangkau pasar internasional dengan memanfaatkan teknologi serta jejaring yang dimiliki AIC,” ungkap Kevin Evans.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumber Daya dan Infrastruktur IPB University, Heti Mulyati, berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional, dapat semakin memperkuat pengembangan industri kulit di Garut.

Ia optimistis sinergi tersebut mampu menghasilkan produk kulit berkualitas tinggi yang tidak hanya kompetitif di pasar global, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.