Festival Durian Jadikan Nilai Tambah Untuk UMKM Masyarakat

918 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – UNMA Banten Menggelar Festival Durian dan Bazar UMKM, Festival Durian dan Bazar UMKM menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Stan-stan yang tersedia menampilkan komoditas dan produk lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat. Kamis 24 September 2026.

Wakil Bupati Lebak menyoroti potensi pertanian Pandeglang dan Lebak. Menurutnya, pengembangan komoditas perlu diikuti perbaikan rantai pemasaran agar nilai ekonomi yang dihasilkan lebih banyak dinikmati petani, pelaku usaha, dan masyarakat setempat.

Advertisement

Gunawan mengatakan pengembangan durian perlu dilakukan mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran hingga penguatan kelembagaan ekonomi desa.

“Dengan pengelolaan yang lebih baik, komoditas tersebut dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, Kepala DPMD Provinsi Banten Gunawan Rusminto, sejumlah kepala dinas provinsi, unsur pemerintah daerah, perbankan, organisasi kepala desa, mahasiswa, serta kepala desa dari Pandeglang dan Lebak.

Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, sambutan, pengenalan UNMA Banten, pemberian cenderamata, peninjauan stan Festival Durian dan Bazar UMKM, serta workshop peningkatan kapasitas kepala desa.

Bagi UNMA Banten, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pandeglang dan Lebak juga menjadi salah satu lokus penelitian dan pengabdian dosen UNMA.

Eko Supriatno, yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mengatakan kontes durian, bazar UMKM, dan sejumlah pelayanan turut melengkapi rangkaian acara.

” Kegiatan ini diharapkan memberi kesempatan kepada para kepala desa untuk melihat dan mengenal lebih dekat potensi ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kegiatan tersebut sebelumnya sempat ditunda karena adanya imbauan terkait aktivitas Gunung Krakatau. Setelah situasi memungkinkan, kegiatan digelar pada 24 September 2026 bersamaan dengan momentum penerimaan mahasiswa baru dan berkumpulnya ratusan kepala desa.

” Pertemuan ini mempertemukan agenda pendidikan, pemerintahan desa, peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta pengembangan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Ukuran keberhasilan capacity building terlihat dari kemampuan kepala desa menerapkan pengetahuan dalam pengelolaan pemerintahan, memperkuat sumber daya manusia, mengembangkan potensi ekonomi, membuka akses pendidikan, dan membangun kerja sama yang memberi manfaat bagi masyarakat desa.