Forkodetada Jabar Temui Wagub UU Razhanul Ulum, Ini Yang Disampaikan

2.006 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Jajaran pengurus Forum Koordinasi Design Penataan Daerah Jawa Barat ( Forkodetada ) yang dipimpin oleh ketua Rd H Holil Aksan Umarzen menemui Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum dalam agenda kordinasi dan konsolidasi terkait rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru ( DOB ) 9 Calon Daerah Otonomi Daerah ( CDOB ) yang sedang dalam proses pengajuan tahun ini,Selasa 3 November 2020.

Ketua Umum Forkodetada Jabar Rd H Holil Aksan Umarzen saat diwawancarai mengatakan, dari sembilan CDOB yang diajukan yaitu Kota Lembang, Kabupaten Cikampek, Kabupaten Bandung Timur, Kabupaten Garut Utara, Kabupaten Indramayu Barat, Kabupaten Subang Utara, Kabupaten Bekasi Utara, Kabupaten Cianjur Selatan, dan Kabupaten Cirebon Timur dan lima di antaranya sudah menyelesaikan dokumen kepentingan pemekaran, yakni Kota Lembang, Kabupaten Cikampek, Bandung Timur, Garut Utara, dan Indramayu Barat.

Advertisement

“ Kalau dari yang tergabung di Forum Koordinasi Desain Penataan Daerah Jawa Barat, kita yang terus aktif untuk memperjuangkan CDOB yang serius itu ada sembilan, yang sudah kira-kira mendekati kesiapannya ada lima,” tutur Holil.

Holil menambahkan, selain untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat dan tata kelola pemerintahan, pemekaran wilayah di Jabar juga merupakan salah satu rencana besar yang dicanangkan dalam program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat saat ini.

“ Pemekaran DOB ini merupakan program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini, selain itu dengan adanya pemekaran, tata kelola pemerintahan dan tata kelola ke masyarakat lebih optimal. Dan juga dalam mengembangkan potensi-potensinya lebih fokus, karena Jawa Barat ini hampir semua daerah punya potensi, ada kawasan wisata, kawasan industri, atau kawasan yang bernilai ekonomi, itu jika dikaji dan dikelola dengan benar, saya yakin penambahan kabupaten/kota pemekaran di Jawa Barat tidak akan ada yang gagal,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Wagub Jabar Uu Razhanul Ulum dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa dan luas wilayah 35.377,76 km², pengajuan pemekaran wilayah bukan hal baru di Jabar. Keinginan masyarakat akan hadirnya CDOB ini pun harus terus dijembatani ke pemerintah pusat.

” Untuk itu saya berharap audiensi kali ini mendorong kembali pentingnya pemekaran wilayah di Jabar. Saat ini, Jabar memiliki 27 kabupaten/kota meliputi 18 kabupaten, 9 kota, 627 kecamatan, 645 kelurahan, dan 5.312 desa, memang sekarang diangkat kembali beberapa daerah untuk mekar. Ini berarti keinginan masyarakat pun harus diakomodir oleh kami (Pemprov Jabar)” ujar Wagub.

Masih kata Kang UU, pemekaran wilayah menjadi penting guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan daerah, serta menunjang pemerataan anggaran ke daerah. Ia pun berharap pemerintah pusat bisa menerima aspirasi masyarakat Jabar yang telah lama diajukan.

“ Saya meyakini dengan pemekaran daerah pelayanan ke masyarakat semakin hebat, semakin dekat, pembangunan semakin cepat, anggaran semakin besar datang ke daerah, Oleh karena itu, saya meminta kepada para pemegang kebijakan di pusat, tolong perhatikan aspirasi masyarakat Jawa Barat karena ini kepentingan bersama dan permintaan (pemekaran) bukan hanya sekarang, tapi sudah 20 tahun ke belakang,” pungkasnya.