
BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – Sebagian besar murid Sekolah Dasar (SD) dikawasan pesisir pantai atau di wilayah yang rawan bencana Kabupaten Pandeglang berdasarkan observasi, belum mengetahui bahaya apa yang akan mereka hadapi, mengingat bahwa kawasan sebagai tempat tinggal dan aktivitas mereka itu adalah zona rawan bencana.Kabupaten Pandeglang termasuk daerah rawan bencana, dengan wilayah pegunungan, perbukitan, pesisir pantai dan dataran rendah rawan banjir.
Kondisi daerah-daerah tersebut terutama pesisir pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Selatan Sunda membuat daerah ini sangat rentan bahaya tsunami. Sementara Siswa pada tingkat SD masih belum memahami apa itu gempa dan tsunami serta bahaya yang ditimbulkan bencana itu. Perlu diadakan penyuluhan kepada murid-murid sekolah dasar mengingat mereka adalah generasi penerus harapan bangsa.
Mereka perlu diajarkan dan diberikan pemahaman serta pelatihan sikap dan mental ketika gempa bumi, tsunami, longsor, banjir bandang dan banjir ketika datang. Hal inilah yang disebut mitigasi bencana. Sehingga direncanakanlah program KSB mengajar berupa penerapan dan sosialisasi sekolah siaga bencana bagi anak-anak sekolah dasar ,SMP,,MTS SMK dan SMA di Kabupaten Pandeglang, dengan Program Kampung Siaga Bencana ( KSB ) Mengajar. Dalam kegiatan tersebut akan disampaikan Penerapan dan sosialisasi mitigasi bencana, ini diharapkan akan mengoptimalkan kegiatan preventif penanggulangan korban bencana demi mencapai tujuan Sekolah Siaga Bencana (SSB).
” Adapun kegiatan KSB mengajar dan menjadi Sekolah Siaga Bencana (SSB) digagas oleh relawan Forum Komunikasi kampung siaga bencana KSB kabupaten Pandeglang, hal ini merupakan upaya membangun kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana dalam rangka menggugah kesadaran seluruh unsur-unsur dalam bidang pendidikan baik individu maupun kolektif disekolah dan lingkungan sekolah baik itu sebelum, saat maupun setelah bencana terjadi. Kegiatan KSB mengajar ini bertujuan untuk membangun budaya siaga dan budaya aman disekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bencana. Meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa dan guru,” ungkap Beni Madsira Ketua FK KSB Kabupaten Pandeglang. Rabu 17 April 2024.
Lanjut Beni kegiatan KSB mengajar untuk memberikan pemahaman terkait pengurangan resiko bencana dan penyelamatan diri ketiak ada bencana, kemudian anak sekolah bisa menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas lainnya dengan melalui jalur pendidikan sekolah. Minimal sepulang sekolah bisa memberikan informasi kepada keluarganya, sasaran KSB mengajar pertama di lakukan di Kecamatan Angsana 22 SD, 2 SMP negeri, 1 SMK Swasta. Tentunya kegiatan ini akan di kordinasiken melalui surat dangan kepala Dinas Pendidikan, Kormin Dikpora Kecamatan, camat, ketua PGRI dan K3S.
” Kegiatan ini akan kami mulai di bulan Mei 2024, dengan mengirimkan surat ke dinas terkait dan ke sekolah sekolah yang akan di laksanakan program KSB mengajar, adapun jadwal tergantung dari pihak sekolah, relawan KSB akan mengikuti jadwal yang di tentukan oleh pihak sekolah, semoga program yang kami gagas ini dapat dukungan dari pemerintah kabupaten Pandeglang, hal ini kami lakukan sebagai mitigasi dan sosialisasi KSB dalam pengurangan resiko bencana serta memberikan sedikit pemahaman tentang bahaya resiko bencana di wilayah kabupaten Pandeglang, tentunya akan di inteukisikan kepada semua KSB di kecamatan agar melaksanakan program KSB mengajar,” Jelasnya.
” Program KSB mengajar ini juga dalam rangka membantu pemerintah kabupaten Pandeglang, karena termasuk wilayah rawan bencana, sehingga masyarakat Pandeglang harus benar benar di berikan pemahaman tentang apaitu resiko bencana, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat, walaupun KSB tidak di dukung dengan anggaran tetapi KSB akan selalu siap siaga dalam pengurangan resiko bencana di kabupaten Pandeglang,” pungkasnya.








