Garut Gandeng Korea Selatan Dorong Modernisasi Pertanian dan Komoditas Unggulan

289 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID,  GARUT  – Pemerintah Kabupaten Garut terus mencari peluang untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan kerja sama internasional. Salah satunya dengan menjajaki kolaborasi bersama Pemerintah Kota Damyang, Korea Selatan.

Advertisement

Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung saat Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan delegasi Korea Selatan di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Jumat (21/8/2026).

Pertemuan itu membahas sejumlah peluang pengembangan pertanian, terutama penerapan teknologi budidaya bawang putih dan stroberi. Kolaborasi diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengalaman sekaligus membuka peluang pengembangan metode pertanian yang lebih produktif.

Delegasi Korea Selatan yang hadir terdiri atas Shin Min-Ho, Chairman of the Steering Committee for the Jeonnam-Gwangju Integrated Special Metropolitan City Council; Hal Young Chul, President Director PT JIN SUNG KS Indonesia; Minho Seo, Chairman of East Asia Exchange Cooperation Research Institute; dan Park Jae-Chang, Manager PT JIN SUNG KS Indonesia.

Abdusy Syakur mengatakan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk membangun hubungan kerja sama yang lebih konkret dengan Kota Damyang. Menurutnya, pengalaman Korea Selatan dalam pengembangan teknologi pertanian dapat menjadi masukan bagi Garut dalam meningkatkan hasil produksi.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah stroberi. Garut dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan komoditas tersebut, sementara Korea Selatan mempunyai pengalaman dalam menghasilkan varietas stroberi dengan ukuran besar dan cita rasa manis.

“Kita ingin tingkatkan kualitas dan kuantitasnya untuk lebih baik lagi,” ujar Abdusy Syakur.

Pengembangan bawang putih juga menjadi perhatian dalam pembahasan. Pemerintah Kabupaten Garut menilai peningkatan produksi bawang putih lokal penting untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak sebatas pertukaran informasi, tetapi dapat diarahkan pada implementasi teknologi dan proyek budidaya yang bisa memberikan dampak langsung terhadap produktivitas serta kesejahteraan petani.

Sementara itu, Dosen Praktisi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Chung KyongHo, mengapresiasi respons Pemerintah Kabupaten Garut terhadap peluang kolaborasi tersebut.

Ia berharap pembahasan yang telah dilakukan dapat segera ditindaklanjuti melalui pengembangan budidaya bawang putih dan stroberi berkualitas tinggi, sehingga memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani di Garut.